KabarBaik.co – Kondisi jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Mayang dan Mrawan, tepatnya di Dusun Gumuksuda, Desa/Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, rusak parah selama puluhan tahun.
Kondisi jalan tersebut diperparah dengan tidak adanya perbaikan signifikan dari pemerintah sejak era kepemimpinan Bupati Djalal.
Warga sekitar mengaku resah dengan kondisi jalan tersebut, karena sangat membahayakan.
“Kerusakan jalan ini tak hanya menimbulkan ketidaknyamanan, tetapi juga mengancam keselamatan pengguna jalan,” kata salah satu warga, Nita, Selasa (15/4).
Ia juga menyampaikan yang paling dikhawatirkan saat anak-anak pulang sekolah.
“Sering kejadian disini anak-anak pupanh sekolah naik sepeda jatuh, karena banyak lubang yang besar, ditambah kalau musim hujan tertutup air jadi tidak terlihat itu lubanh atau bukan,” ungkapnya.
Ia pun mengaku menyayangkan sikap pemerintah daerah yang dinilai lamban merespons kondisi infrastruktur dasar di wilayah itu. Padahal jalan yang seharusnya menjadi akses vital perekonomian justru luput dari perhatian.
“Itu masih aspal pertama, mas. Lama sudah rusaknya. Di tempat lain pada diperbaiki, di sini kapan mau diperbaiki?” ucapnya.
Hal serupa disampaikan oleh Ridwan, seorang pengendara motor yang kerap melintas di jalur tersebut.
Ia mengaku harus ekstra hati-hati agar tidak terjatuh atau merusak motornya.
“Padahal ini jalan poros, kok bisa luput dari perhatian pemerintah daerah?” katanya.
Dampak dari rusaknya jalan ini juga dirasakan secara ekonomi. Distribusi hasil pertanian dan usaha kecil terhambat karena akses transportasi yang terganggu, menyebabkan biaya operasional meningkat.
Di sisi lain, Kepala Desa Mayang, Eli Febriyanto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah beberapa kali menyampaikan permohonan perbaikan kepada dinas terkait.
Bahkan, menurutnya, lokasi ini sempat ditinjau, namun tak kunjung ada realisasi.
“Dulu sempat ditinjau juga, tapi gak ada perbaikan di titik ini. Janjinya tahun ini mau diperbaiki,” kata Eli. (*)