Kabarbaik.co, Nganjuk – Ancaman Penyakit Virus Nipah (NiV) yang merupakan zonosis dengan risiko fatalitas tinggi menjadi perhatian serius bagi warga Nganjuk. Penyakit ini dapat menular dari hewan ke manusia bahkan antar manusia.
Dan hingga saat ini belum ditemukan obat maupun vaksin spesifik untuk mengatasinya, sehingga upaya pencegahan menjadi hal yang sangat krusial.
“Karena belum adanya vaksin dan pengobatan definitif, maka disiplin dalam pencegahan adalah pertahanan terkuat kita. Jangan meremehkan gejala awal yang muncul, terutama jika ada riwayat kontak dengan hewan atau konsumsi buah yang tidak higienis. Deteksi dini sangat krusial untuk mencegah penyebaran yang lebih luas di masyarakat,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Nganjuk dr. Tien Farida Yani, Minggu (8/2)
Menurut dr Tien, kesadaran bersama dan tindakan preventif yang konsisten menjadi kunci utama untuk memutus rantai penyebaran penyakit yang dapat menyebabkan kondisi mematikan seperti koma atau ensefalitis.
Data menunjukkan bahwa virus Nipah umumnya menyebar melalui buah-buahan atau pohon yang terkontaminasi air liur atau urine kelelawar terinfeksi. Selain itu, penularan juga bisa terjadi melalui kontak dengan hewan perantara seperti babi yang telah terinfeksi, maupun melalui cairan tubuh pasien yang terinfeksi.
“Gejala awal yang seringkali menyerupai flu biasa seperti demam, sakit kepala hebat, nyeri otot, sakit tenggorokan, dan muntah. Kerap membuat masyarakat meremehkannya, padahal hal ini bisa menjadi awal dari kondisi yang lebih parah.” Jelas dr Tien Farida.
Untuk menghadapi risiko tersebut, Dinas Kesehatan Nganjuk mengeluarkan panduan aman yang harus diterapkan oleh seluruh lapisan masyarakat. Mulai dari menjaga kebersihan pangan dengan mencuci dan kupas buah secara menyeluruh sebelum dikonsumsi, menghindari konsumsi nira mentah dari pohon tanpa proses pemanasan, hingga memastikan daging dimasak hingga benar-benar matang.
Bagi petugas pemotong hewan atau peternak, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) juga menjadi keharusan, selain menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) secara konsisten seperti rutin mencuci tangan dengan sabun.
“Ancaman Virus Nipah nyata dan tidak bisa dianggap remeh. Namun, dengan kerja sama dan kesadaran yang tinggi dari semua pihak, kita bisa melindungi diri sendiri dan lingkungan sekitar dari bahaya yang mungkin terjadi,” pungkas dr. Tien Farida.
Pemkab Nganjuk juga akan terus melakukan sosialisasi dan pemantauan guna memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang akurat dan dapat mengambil langkah yang tepat untuk menjaga kesehatan. (*)






