Warga Ploso Jombang Rawat Ingatan Kelahiran Bung Karno Lewat Ziarah Periwayat Sejarah

oleh -93 Dilihat
Para peziarah ketika di makam Mbok Suwi pengasuh masa kecil Soekarno di Ploso Jombang (Teguh Setiawan)

KabarBaik.co, Jombang– Upaya menjaga ingatan sejarah tentang kelahiran Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno terus dirawat oleh warga Kecamatan Ploso, Jombang. Salah satunya dilakukan melalui kegiatan ziarah ke makam para tokoh yang meriwayatkan kisah kelahiran dan masa kecil Bung Karno.

Ziarah tersebut digelar pada Selasa (10/2), dengan titik awal di Situs Rumah Kelahiran Soekarno yang berada di Gang Buntu, Desa Rejoagung. Kegiatan diawali doa bersama sebagai bentuk penghormatan, sebelum rombongan melanjutkan ziarah ke sejumlah makam tokoh penting di wilayah Ploso.

Ketua DPC Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia (PCTA) Jombang, Komar, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud penghargaan terhadap para leluhur yang telah menjaga dan menuturkan sejarah kelahiran Bung Karno secara turun-temurun.

“Ini adalah bentuk penghormatan kepada para periwayat yang telah menjaga cerita kelahiran Bung Karno di Ploso. Tanpa mereka, generasi hari ini tidak akan memiliki jejak sejarah yang utuh,” ujar Komar di sela kegiatan.

Menurut Komar, rombongan ziarah mengunjungi beberapa makam tokoh, di antaranya makam Kiai Abdul Mukti. Sosok ulama ini dikenal sebagai sahabat Raden Soekemi Sosrodihardjo, ayah Bung Karno, sekaligus pengasuh langgar di Pesantren Kedung Turi, tempat Soekarno kecil pertama kali belajar mengaji.

Selain itu, rombongan juga berziarah ke makam Nyai Nasihah, tokoh yang memberikan keterangan mengenai lokasi sekolah desa atau Ongko Loro, tempat Bung Karno menempuh pendidikan formal pertamanya di Ploso.

Ziarah juga dilakukan ke makam Mbok Suwi, pengasuh Bung Karno sejak usia enam hari, serta makam Mbah Joyo atau Joyodipo, teman sekolah dan bermain Bung Karno semasa kecil.

“Semua tokoh yang diziarahi merupakan warga asli Ploso. Bahkan Mbok Suwi dan Mbah Joyo pernah mendampingi Cindy Adams saat datang ke Ploso pada 16 Januari 1964 untuk menggali bahan biografi Bung Karno,” kata Komar.

Ia menambahkan kegiatan ziarah akan terus dilakukan secara rutin sebagai agenda pelestarian sejarah. Sejumlah tanggal penting juga akan diperingati secara berkala, seperti 28 Desember yang menandai mutasi Raden Soekemi ke Ploso, serta 16 Januari sebagai momentum kedatangan Cindy Adams.

Sejarawan sekaligus inisiator Titik Nol Soekarno, Binhad Nurrohmat, menilai kegiatan ini sebagai bukti masih terjaganya memori kolektif masyarakat Ploso terkait kelahiran Bung Karno.

“Intinya, kami ingin menunjukkan kepada publik bahwa ingatan kolektif tentang Bung Karno lahir di Ploso masih hidup dan dirawat hingga hari ini,” ujar Binhad saat ditemui di Situs Rumah Kelahiran Soekarno.

Ia menjelaskan ziarah ini menyasar empat tokoh kunci, yakni Mbok Suwi sebagai pengasuh Bung Karno sejak bayi, Mbah Joyo sebagai teman masa kecil, Kiai Abdul Mukti sebagai guru mengaji pertama, serta Nyai Nasihah yang menunjukkan lokasi sekolah desa Bung Karno.

“Acara ini murni inisiatif warga Ploso, didukung komunitas peminat sejarah dan sejumlah organisasi. Ini adalah ikhtiar bersama untuk menjaga jejak sejarah kelahiran Sukarno yang ada di Ploso,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.