Waspada Arab Saudi Puncak Musim Panas! Jemaah Haji Indonesia Meninggal Dunia Sudah Tembus 279 Jiwa

oleh -42 Dilihat
kakbah
Ilustrasi Batiullah Makkah.

KabarBaik.co- Innalillahi waa Innailaihirajiun. Jumlah jemaah haji Indonesia 2025/1446 H yang meninggal dunia, masih terus bertambah. Sejauh ini, total jemaah yang wafat sudah mencapai 279 orang. Angka ini mengacu data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) yang diakses pada Minggu (15/6) pukul 18.08 WIB.

Dari data jumlah jemaah wafat itu sebagian besar adalah lanjut usia (lansia) atau berusia di atas 64 tahun. Yakni, sebanyak 165 jiwa (59,14 persen). Dari jenis kelamin, mayoritas laki-laki 171 jiwa dan perempuan 108 orang. Adapun tempat aua lokasi meninggal masing-masing Makkah 207 orang, Madinah 26 orang, Mina 15 orang, Arafah 13 orang, dan Bandara 12 orang.

Sebanyak 57 jemaah wafat berasal dari Embarkasi Surabaya (SUB). Disusul Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) dan Solo (SOC) masing-masing mencatat 32 jiwa.

Sejauh ini, operasional penyelenggaraan haji sudah memasuki hari ke-45. Dibandingkan musim haji tahun sebelumnya atau 2024/1445 H, jumlah jemaah wafat pada tahun ini masih lebih rendah. Tahun lalu, di hari operasional yang sama atau hari ke-45, jumlah jemaah wafat mencapai sebanyak 296 orang.

Sementara itu, Pemerintah Indonesia mengimbau seluruh jemaah haji untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem yang melanda Arab Saudi. Saat ini, suhu udara di Makkah dan Madinah melonjak drastis. Bahkan mencapai 47 derajat Celsius. Kondisi ini dinilai berbahaya dan berisiko tinggi terhadap kesehatan jemaah. Terutama lansia dan mereka yang memiliki penyakit penyerta.

Imbauan ini disampaikan Kepala Bidang Kesehatan PPIH Arab Saudi dr M. Imran dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube Kementerian Agama (Kemenag) RI, Minggu (15/6). Ia menjelaskan, Arab Saudi tengah memasuki puncak musim panas, yang biasanya terjadi pada bulan Juni-Juli. Udara yang kering memperparah kondisi panas, membuat suhu terasa lebih menyengat.

Melihat situasi tersebut, Imran meminta jemaah untuk tidak memaksakan diri melakukan aktivitas fisik berat seperti umrah sunnah berulang kali atau mengejar ibadah arbain di Madinah. Ia juga mengingatkan agar jemaah menghindari keluar hotel pada pukul 10.00 hingga 16.00 WAS, saat suhu udara berada di titik tertinggi. Bila harus keluar, jemaah disarankan menggunakan payung, semprotan wajah, serta membawa dan rutin minum air putih atau air zamzam, bahkan saat tidak merasa haus.

Jemaah juga dianjurkan mengenakan masker saat beraktivitas di luar. Terutama jika sedang mengalami batuk atau pilek, guna mencegah penularan penyakit. Bagi jemaah lansia dan yang memiliki penyakit kronis, pemerintah menyarankan mereka lebih banyak beribadah ringan seperti zikir, membaca Alquraan, atau bersedekah. Mereka juga diimbau agar selalu didampingi saat keluar hotel dan rutin berkonsultasi dengan dokter kloter minimal seminggu sekali.

Menurut data Kementerian Agama, hingga hari ke-44 pelaksanaan ibadah haji, sebanyak 72.100 jemaah telah menerima pelayanan kesehatan. Kasus terbanyak yang ditangani adalah infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), hipertensi, serta komplikasi diabetes. Sebanyak 238 jemaah masih menjalani rawat inap di rumah sakit Arab Saudi. Sebagian besar karena pneumonia, diabetes berat, dan penyakit jantung. Jumlah jemaah yang wafat didominasi oleh kasus penyakit jantung dan infeksi berat yang menyebabkan kegagalan organ.

Imran juga mengingatkan jemaah yang telah kembali ke Indonesia agar tetap memantau kondisi kesehatannya. Bila mengalami gejala demam, batuk, pilek, atau sesak napas dalam 14 hari setelah kepulangan, mereka diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan dan menyampaikan riwayat perjalanan hajinya agar bisa ditangani secara tepat oleh tenaga medis. (*)

 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi


No More Posts Available.

No more pages to load.