KabarBaik.co, NTT – Pemulihan jaringan di lokasi bencana Nusa Tenggara Timur terus menunjukkan perkembangan yang positif. Selain mempercepat pemulihan, XLSmart juga memberikan benefit komunikasi bagi para pelanggan XL, SMARTFREN, dan AXIS serta menyiapkan bantuan logistik bagi warga terdampak di Nusa Tenggara Timur.
Upaya pemulihan yang dilakukan tim teknis menunjukkan perkembangan positif, dengan jumlah BTS yang mengalami gangguan terus berkurang secara signifikan, sehingga layanan mulai pulih bertahap. Pada fase awal penanganan tercatat sebanyak 91 BTS mengalami gangguan. Hingga Selasa (18/8), jumlah tersebut telah berkurang menjadi sekitar 5 BTS saja.
XLSMART juga menyiagakan dukungan daya berupa 7 genset permanen dan 16 genset portabel untuk membantu operasional jaringan di sejumlah lokasi yang mengalami kendala pasokan listrik. Selain pemulihan BTS, tim teknis juga melakukan perbaikan jalur fiber optik yang terdampak, pengalihan trafik melalui jalur alternatif, serta mobilisasi perangkat dan sumber daya ke area gangguan. Kondisi medan dan sejumlah titik longsor menjadi tantangan dalam proses penanganan, namun pemulihan terus dilakukan secara intensif.
Dukungan untuk pelanggan terdampak
Pengguna XL: Kuota data 3 GB (masa aktif 7 hari), 10 menit telepon dan 10 SMS ke semua operator, serta gratis panggilan ke seluruh nomor XLSMART. Aktivasi dengan menekan *505# dari ponsel
Pengguna SMARTFREN: Bonus kuota internet 3 GB dengan masa aktif 30 hari. Otomatis bisa digunakan, tanpa perlu aktivasi atau registrasi tambahan. GRATIS Telepon 10 menit & 10 SMS ke semua operator 30 hari
Pengguna AXIS: Kuota data 3 GB (masa aktif 7 hari) ditambah Default Offer XL Peduli berupa 500 MB, 10 menit telepon, dan 10 SMS. Aktivasi dengan menekan *505# dari ponsel.
Selain dukungan konektivitas, XLSMART juga tengah menyiapkan bantuan logistik untuk warga terdampak gempa di NTT. Bantuan akan disalurkan dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat serta kondisi di lapangan sebagai bagian dari kepedulian XLSMART terhadap masyarakat terdampak bencana.






