KabarBaik.co, Jakarta – Malam ini, Sabtu (28/3), jutaan lampu di seluruh dunia akan padam selama satu jam. Mulai pukul 20.30 hingga 21.30 WIB. Bukan karena pemadaman listrik, melainkan karena Earth Hour 2026, sebuah gerakan global yang kini memasuki usia 20 tahun. Aksi ni mengajak umat manusia memberikan “satu jam untuk Bumi” di tengah ancaman krisis iklim yang terasa semakin nyata.
Dari Monas yang mungkin ikut gelap, gedung-gedung perkantoran di Sudirman-Thamrin, hingga rumah-rumah di pelosok Indonesia, aksi sederhana ini menjadi sinyal kuat bahwa kita masih peduli, dan masih bisa bertindak bersama.
Earth Hour yang dimulai kali pertama di Sydney, Australia pada 2007, kini telah berkembang menjadi salah satu gerakan lingkungan terbesar di dunia. Tahun ini, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres secara langsung mengajak masyarakat global untuk ikut serta. Menurutnya, apa yang dulu hanya isyarat sederhana, kini menjadi sinyal global untuk aksi iklim yang mendesak.
Di Indonesia, tema yang mengemuka adalah “Beri Ruang untuk Bumi” atau “Give an Hour to Earth”. WWF Indonesia dan berbagai komunitas mengajak masyarakat tidak hanya mematikan lampu dan peralatan elektronik yang tidak esensial, tapi juga merenungkan kebiasaan sehari-hari: dari hemat energi hingga mendukung solusi energi bersih berbasis komunitas.
Banyak pusat perbelanjaan sudah menyatakan partisipasinya dengan mematikan lampu di seluruh kompleks masing-masing. Di berbagai kota, masyarakat juga diimbau menikmati satu jam tersebut dengan cara yang lebih mindful, seperti makan malam diterangi lilin, bercerita bersama keluarga, atau sekadar menikmati kegelapan yang jarang kita rasakan di era kota yang selalu terang benderang.
Mengapa satu jam ini penting Dalam 60 menit itu, secara simbolis kita mengurangi emisi karbon dari konsumsi listrik. Tapi dampak terbesarnya adalah kesadaran kolektif. Ketika miliaran orang di ratusan negara melakukan hal yang sama pada waktu yang hampir bersamaan (sesuai waktu lokal), pesan yang tersampaikan sangat kuat, yaitu perubahan besar dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama.
Pemerintah Indonesia, melalui berbagai kementerian dan pemerintah daerah, juga mendukung gerakan ini sebagai bagian dari komitmen nasional terhadap energi terbarukan dan pengurangan emisi. “Yuk, matikan lampu, nyalakan harapan. Bagikan momen Earth Hour foto atau video di medsos dengan hashtag #EarthHour2026 atau #1JamUntukBumi.
Di saat banyak orang masih sibuk dengan arus balik Lebaran dan hiruk-pikuk medsos, satu jam ini menjadi jeda yang berharga untuk Bumi yang selama ini “bekerja overtime” menahan beban manusia. (*)






