Zulhas Sentil Pengusaha Jago Kandang, Rais Aam PBNU Ajak Kader NU Naik Level 5.0

oleh -134 Dilihat
ZULHAS IPNU
Menko Pangan Zulkifli Hasan menghadiri Munas I MA IPNU di Bondowoso, Sabtu (2/7).

KabarBaik.co- Musyawarah Nasional (Munas) I Majelis Alumni Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (MA IPNU) di Bondowoso, Jawa Timur, Sabtu (2/8), menjadi ajang saling titip pesan besar dari dua tokoh penting. Yakni, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) dan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar.

Zulhas menekankan pentingnya Program Kerakyatan Presiden Prabowo Subianto. Di antaranya, mendorong pengusaha Indonesia untuk go internasional. Adapun KH Miftachul Akhyar mengingatkan kader dan alumni NU untuk menyiapkan diri menuju era “NU 5.0”.

Acara yang dihadiri ratusan peserta dari 28 provinsi tersebut juga kehadiran sejumlah tokoh. Di antaranya Utusan Presiden Bidang Pariwisata Zita Anjani yang juga putri Zulhas, Staf Kemenko Pangan Faisal Reza, Anggota DPD RI asal Jatim Ahmad Nawardi, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) RI Zainut Tauhid, serta Ketua Baznas Prof Noor Ahmad.

Dalam sambutannya, Zulhas mengapresiasi peran alumni IPNU yang dinilainya mampu memberi kontribusi nyata bagi bangsa. “Saya senang berada di sini, karena alumni IPNU itu hebat. Saya punya satu anak buah alumni IPNU saja sudah sangat membantu, apalagi kalau lebih,” ujarnya disambut tawa peserta.

Dia kemudian menyinggung ketertinggalan Indonesia dibanding negara-negara tetangga seperti Singapura, Korea, dan Vietnam. Menurut Zulhas, Indonesia pernah lebih maju sebelum era reformasi, namun kini justru disalip karena laju pembangunan di dalam negeri melambat.

Ketua Umum DPP PAN itu juga menyebut kondisi itu dipengaruhi oleh politik yang hanya berorientasi bertahan hidup, pengusaha yang “jago kandang” dan menguasai sebagian besar kue ekonomi, kekayaan yang hanya berputar pada segelintir orang, serta pendidikan yang cenderung menyiapkan pencari kerja ketimbang pencipta lapangan kerja.

“Empat masalah ini ingin dituntaskan Presiden Prabowo melalui Program Kerakyatan. Pengusaha besar diminta go internasional, koperasi desa menjadi sentra bisnis potensi daerah, dan sektor pangan-pertanian harus kembali ke rakyat agar tidak diatur segelintir orang,” jelas Zulhas.

Sementara itu, KH Miftachul Akhyar mengingatkan tantangan besar di era digital yang disebutnya sebagai zaman “pembunuhan karakter” di media sosial. Menurutnya, NU harus naik level menuju “5.0” agar tetap relevan di tengah perubahan zaman.

NU 5.0, lanjut dia, mencakup penguatan ilmu dan Aswaja sebagai grand idea, penguatan motivasi dan karakter tahan banting sebagai grand desain, kaderisasi dan distribusi sebagai grand strategi, kesinambungan sebagai grand controlling, serta kebesaran dan ketaatan organisasi sebagai grand sami’na wa atho’na.

Kiai Miftach, panggilan KH Miftachul Akhyar, juga mengibaratkan IPNU sebagai “dapur besar NU” yang meracik, meramu, dan memasak kader-kader muda untuk menjadi pejuang yang berilmu dan bertakwa.

Pesan tersebut diamini Ketua Presidium Pusat MA IPNU H Hilmy Muhammadiyah, yang menegaskan bahwa majelis alumni memiliki tiga misi utama: memperkuat silaturahmi, memberi kontribusi pada kader muda, dan mendukung penuh NU.

Munas I MA IPNU di Bondowoso ini pun menjadi penegasan peran strategis alumni IPNU: mengawal estafet perjuangan NU sekaligus mendorong lahirnya generasi yang siap membawa Indonesia melaju, bukan lagi tertinggal dari negara tetangga. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi


No More Posts Available.

No more pages to load.