100 Siswa Resmi Masuk Asrama Sekolah Rakyat Mojoagung Jombang, Orang Tua Antusias Antar Siswa

oleh -729 Dilihat
WhatsApp Image 2025 07 14 at 12.04.25
Para orang tua siswa ketika mengantar anaknya di Sekolah Rakyat Mojoagung. (Foto: Teguh)

KabarBaik.co – Suasana tak biasa terlihat di halaman Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Mojoagung, Kabupaten Jombang, Senin (14/7). Sejak pukul 06.30 WIB, ratusan orang tua bersama anak-anak mereka memadati area di Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung, untuk mengikuti hari pertama tahun ajaran perdana Sekolah Rakyat Jombang.

Sebanyak 100 siswa, terdiri dari 50 siswa SMP dan 50 siswa SMA, secara resmi memulai kehidupan baru di sekolah berasrama yang dikelola Kementerian Sosial itu. Mereka datang dengan berbagai cara unik, bahkan ada yang diantar menggunakan ambulans milik kecamatan.

Hasil pantauan di lokasi, banyak orang tua menenteng koper besar, ember, hingga bantal guling. Barang-barang itu dibawa agar anak-anak mereka nyaman menempati asrama yang akan menjadi rumah kedua.

“Saya bawa semuanya, dari bantal sampai sabun, biar dia nyaman di sini. Saya cuma ingin dia punya masa depan lebih baik,” ujar Sulastri (43), salah seorang wali murid yang mengantar putranya.

Upacara pembukaan digelar lewat apel pagi yang dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Jombang, Purwanto, serta Kepala Dinas Sosial Jombang, Hari Purnomo. Mereka hadir mewakili Bupati Jombang yang tengah menjalani agenda lain.

“Saya titip anak-anak ini, agar mereka bisa betah dan tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan mandiri,” kata Purwanto dalam sambutannya.

Menurutnya, Sekolah Rakyat menjadi bukti nyata kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjamin hak pendidikan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu.

Tak hanya pendidikan formal, kegiatan di Sekolah Rakyat Mojoagung berlangsung intens. Jam belajar berlangsung dari pukul 07.00 hingga 21.00 WIB, lengkap dengan jadwal istirahat, ibadah, pelatihan keterampilan, serta pembinaan karakter. “Kami ingin tidak hanya mencetak siswa yang cerdas, tetapi juga kuat secara spiritual dan emosional,” tegasnya.

Sekolah ini sendiri resmi dialihkan pengelolaannya ke Kemensos pada 10 Juli 2025. Seluruh aset, guru, hingga tenaga kependidikan kini berada di bawah naungan kementerian tersebut. Meski proses belajar sudah berjalan, para siswa masih menggunakan seragam dari sekolah asal masing-masing. Seragam khusus dari Kemensos disebut masih dalam proses pengadaan.

Bagi banyak keluarga, keberadaan sekolah ini menjadi harapan besar. Seperti dirasakan Sumarno (48), ayah dari seorang siswi SMA. “Kalau tidak ada sekolah ini, mungkin anak saya tidak bisa lanjut sekolah. Saya sangat bersyukur pemerintah memberi jalan ini. Mudah-mudahan dia betah, kuat, dan bisa sukses,” ujarnya haru. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.