120 Rumah Adat Sade di Lombok Tengah Ludes Terbakar

oleh -163 Dilihat
1005824315
Kobaran api kebakaran rumah adat Sade di Lombok Tengah (ANTARA/Akhyar Rosidi)

KabarBaik.co, Lombok – Rumah kampung adat wisata Sade di Desa Rambitan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, NTB terbakar, Sabtu (22/8) malam. rumah yang terbakar disebut mencapai ratusan.

Kepala Desa Rambitan Lalu Winakse bersama-sama warga langsung melakukan penanganan setelah mendapatkan informasi terjadinya kebakaran. Ia juga langsung berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan pemadaman dan mengevakuasi warga yang tinggal di rumah Sade tersebut.

“Kejadian kebakaran sekitar pukul 22.00 WITA.,” kata Lalu yang sejauh ini belum mengetahui penyebab kebakaran.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lombok Tengah Supardan mengatakan puluhan unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk menanggulangi kebakaran, termasuk bantuan dari Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Barat, Kota Mataram, Pemerintah Provinsi NTB, serta seluruh unit Damkartan Kabupaten Lombok Tengah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, api pertama kali muncul dari salah satu rumah di tengah permukiman adat tersebut. Api diduga dari korsleting.

Api kemudian merembet ke sejumlah rumah lainnya yang sebagian besar menggunakan bahan kayu, bambu, dan ilalang. Warga kampung adat Sade berhamburan menyelamatkan diri dan sejumlah barang berharga. Dalam peristiwa tersebut dilaporkan tidak ada korban jiwa.

Api akhirnya dapat dikuasai dan dipadamkan setelah petugas damkar berjuang berjam-jam. Meski begitu petugas pemadaman masih terus melakukan pembasahan.

“Hari ini petugas gabungan sedang membersihkan material sisa kebakaran di lokasi kejadian. Untuk penyebab kebakaran belum bisa dipastikan, apakah itu akibat arus pendek listrik atau faktor lain,” kata Kalaksa BPBD Kabupaten Lombok Tengah Ridwan Maruf.

“Hingga pagi hari ini petugas masih memadamkan kepulan asap sisa kebakaran. Mobil tangki air juga diturunkan untuk membantu proses pendinginan dan pembersihan material di lokasi,” katanya.

Ia mengatakan untuk bantuan logistik saat ini sedang disiapkan, termasuk untuk lokasi pengungsian sementara para korban yang terdampak dari kebakaran tersebut.

“Data sementara jumlah rumah yang terbakar mencapai 120 unit dan jumlah penduduk masih didata, sedangkan lokasi pengungsian tergantung hasil rapat koordinasi hari ini,” kata dia.

Rumah adat Sade dibangun berdasarkan nilai estetika dan kearifan lokal. Orang sasak mengenal beberapa jenis bangunan adat yang menjadi tempat tinggal dan juga tempat ritual adat dan ritual keagamaan.

Rumah adat suku Sasak terbuat dari jerami dan berdinding anyaman bambu (bedek). Lantai dari tanah liat yang dicampur kotoran kerbau dan abu jerami.

Campuran tanah liat dan kotoran kerbau membuat lantai tanah mengeras, sekeras semen. Cara membuat lantai seperti itu sudah diwarisi sejak nenek moyang mereka.

Bahan bangunan seperti kayu dan bambu didapatkan dari lingkungan sekitar. Untuk menyambung bagian-bagian kayu, mereka menggunakan paku dari bambu.

Rumah suku Sasak hanya memiliki satu pintu berukuran sempit dan rendah, tidak memiliki jendela.

Desa Sade dihuni sekitar 700 warga dalam satu garis keturunan dan memiliki sekitar 150 rumah. (ANTARA)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.