KabarBaik.co, Blitar – Pembukaan Makam Bung Karno selama 24 jam membuat pola kunjungan peziarah di Kota Blitar berpotensi berubah. Peziarah dari luar daerah kini memiliki pilihan waktu yang lebih luas untuk datang, termasuk pada malam hari.
Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Blitar, Rike Rochmawati mengatakan, sebelum layanan 24 jam diterapkan, kunjungan ke Makam Bung Karno ditargetkan sekitar 221 ribu orang dalam setahun. Dengan perubahan jam layanan, angka tersebut diperkirakan dapat meningkat menjadi sekitar 250 ribu kunjungan.
“Kalau sebelumnya target kunjungan sekitar 221 ribu, dengan dibukanya makam 24 jam kami memperkirakan bisa meningkat menjadi sekitar 250 ribu,” ujar Rike.
Menurut Rike, sebagian besar rombongan peziarah yang datang ke Makam Bung Karno berasal dari luar daerah. Di antaranya dari Jawa Barat, Banten hingga Sumatera. Perbedaan jarak dan waktu perjalanan membuat sebagian peziarah membutuhkan fleksibilitas waktu saat berkunjung.
Namun, layanan 24 jam tersebut hanya berlaku untuk kawasan makam. Fasilitas perpustakaan tidak ikut dibuka sepanjang waktu.
Pembukaan layanan juga disertai pengaturan petugas dengan sistem kerja bergantian. Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin mengatakan petugas telah disiapkan untuk memastikan pelayanan tetap berjalan sepanjang hari. “Nantinya akan dibagi per shif ya, untu wisata Makam Bungkarno” kata Pak Wali
Selain pelayanan, aspek ketertiban pengunjung juga menjadi perhatian. Rike mengatakan pembukaan 24 jam tersebut telah mendapat izin dari Megawati. Pesan yang disampaikan adalah agar aktivitas ziarah tetap dilakukan secara tertib, terutama ketika jumlah pengunjung meningkat.
“Yang dibuka 24 jam hanya kawasan makam. Untuk perpustakaan tidak. Kami juga tetap memperhatikan ketertiban karena kunjungan bisa datang kapan saja,” kata Rike. (*)






