KabarBaik.co, Blitar – Sekolah Rakyat Kota Blitar menyiapkan satu wali asuh untuk mendampingi setiap 10 siswa. Pola ini diterapkan untuk mempersempit ruang terjadinya perundungan di lingkungan sekolah maupun asrama.
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin mengatakan, wali asuh akan mengikuti perkembangan siswa secara lebih dekat. Mereka juga diharapkan mengenali perubahan perilaku maupun persoalan dalam hubungan antarsiswa.
“Setiap 10 siswa ada satu wali asuh. Jadi perkembangan anak bisa dipantau, termasuk bagaimana mereka bergaul dengan teman-temannya,” kata Syauqul.
Menurut dia, sistem tersebut penting karena kehidupan siswa tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Sebagian waktu mereka dihabiskan bersama di lingkungan asrama sehingga interaksi antarsiswa perlu mendapat perhatian.
Syauqul mengatakan, pencegahan perundungan juga tidak cukup dilakukan melalui pengawasan. Siswa perlu dibiasakan menghargai perbedaan dan membangun hubungan yang setara.
“Jangan sampai ada anak yang merasa lebih kuat kemudian merendahkan atau menyakiti temannya. Mereka harus belajar saling menghargai,” pungkasnya. (*)






