KabarBaik.co, Blitar – Makam Bung Karno (MBK) masih menjadi destinasi wisata paling diminati di Kota Blitar. Sepanjang semester I 2026, jumlah kunjungan ke kawasan wisata sejarah tersebut telah menembus 1 juta wisatawan, sekaligus menjadi penyumbang terbesar dari total 1.606.358 kunjungan wisata yang tercatat di Kota Blitar.
Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Blitar, Rike Rochmawati mengatakan, total kunjungan wisata pada Januari hingga Juni 2026 mengalami peningkatan dibanding awal tahun. Pada triwulan I tercatat sebanyak 721.582 kunjungan, sedangkan triwulan II meningkat menjadi 884.776 kunjungan.
“Jumlah kunjungan wisatawan di Kota Blitar pada triwulan II tahun 2026 mencapai 884.776 orang. Jumlah itu meningkat dibandingkan triwulan I yang mencapai 721.582 wisatawan,” ujarnya.
Menurut Rike, kunjungan wisata tersebut tersebar di 20 destinasi yang berada di Kota Blitar. Di antaranya Makam Bung Karno, Istana Gebang, Masjid Ar-Rahman, Kebon Rojo, hingga sejumlah objek wisata lainnya. Rata-rata terdapat sekitar 8.000 hingga 9.000 wisatawan yang datang ke Kota Blitar setiap hari.
Dia menilai peningkatan kunjungan dipengaruhi semakin optimalnya promosi melalui berbagai platform digital. Selain itu, berkembangnya sektor kuliner, mulai restoran, depot, warung makan hingga kafe, turut menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan.
“Promosi digital memudahkan masyarakat memperoleh informasi mengenai destinasi wisata di Kota Blitar. Di sisi lain, pertumbuhan sektor kuliner juga menjadi salah satu penunjang meningkatnya kunjungan wisatawan,” katanya.
Meski angka kunjungan terus meningkat, Disbudpar masih berupaya memperpanjang lama tinggal wisatawan di Kota Blitar. Salah satu strategi yang disiapkan ialah membangun sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Blitar melalui penyusunan paket wisata terpadu yang menggabungkan wisata sejarah, religi, dan edukasi.
“Kami berharap wisatawan tidak hanya datang berkunjung, tetapi juga tinggal lebih lama sehingga dampak ekonomi dapat dirasakan pelaku usaha pariwisata maupun ekonomi kreatif di Blitar Raya,” pungkasnya. (*)






