KabarBaik.co, Jakarta – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan tetap menjadi penggerak sektor pertanian meski dirinya akan segera dilantik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Naniek S. Deyang yang mengundurkan diri.
Menurut Sudaryono, program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga membuka pasar yang lebih luas bagi hasil pertanian, peternakan, dan perikanan nasional.
Ia mengatakan, sejak awal Kementerian Pertanian (Kementan) telah terlibat dalam mendukung pelaksanaan MBG karena sektor pertanian menjadi pemasok utama kebutuhan pangan program tersebut. Karena itu, pemerintah terus memastikan produksi pangan dalam negeri mampu memenuhi permintaan yang meningkat.
“Kalau dari sisi pertanian kan kita juga adalah pihak yang sangat berkepentingan dalam MBG ini, bagaimana rantai pasok, kemudian bagaimana ini juga berefek kepada petani-petani kita, peternak-peternak kita, nelayan-nelayan kita kan. Itu kita juga ngikutin, kita memastikan termasuk kalau ada harga telur lah, harga ayam lah, efek terhadap MBG kan, dan semua bisa menilai semua,” kata Sudaryono saat doorstop di Jakarta, Rabu (22/7).
Sudaryono menilai kebutuhan pangan dalam Program MBG akan terus meningkat seiring bertambahnya cakupan penerima manfaat. Kondisi itu dinilai menjadi peluang besar bagi sektor pertanian untuk meningkatkan produksi sekaligus menciptakan pasar yang lebih pasti bagi para petani dan peternak.
Menurut dia, Kementan telah mengantisipasi peningkatan kebutuhan sejumlah komoditas, terutama protein hewani seperti telur dan daging ayam, termasuk melalui rencana investasi di luar Pulau Jawa.
“Program MBG ini kan seperti Pac-Man, dia emerging market. Dia punya satu besaran konsumsi yang cukup besar. Nah, tentu saja kita sudah antisipasi. Salah satunya misalnya kita respons dengan bagaimana defisit telur, ayam, kemudian di daerah-daerah di luar Jawa direspons dengan rencana investasi Danantara yang Kementan ikut terlibat di situ, di bawah Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan,” ujarnya.
Ia menambahkan, meningkatnya permintaan pangan dari Program MBG juga memberikan kepastian pasar bagi hasil produksi petani dan peternak. Menurutnya, kondisi tersebut berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu ketika sebagian hasil panen tidak terserap secara optimal.
“Kementan dan petani ini orang yang happy ya, karena dulu kita sering lihat ada mandi susu lah, ada orang buang-buang wortel, buang-buang apa. Nah, saat ini kan sampai sejauh ini alhamdulillah kan itu tidak terjadi,” katanya.
Menjelang pelantikannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono menyatakan siap menjalankan amanah yang diberikan Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan, Program MBG merupakan kebijakan strategis yang telah dipersiapkan sejak lama.
“Program MBG ini kan sebetulnya adalah program prioritas Presiden yang dibahas jauh sebelum kampanye, kemudian menjadi materi kampanye, setelah kemudian beliau dilantik jadi Presiden kemudian itu dilaksanakan. Artinya, ya kalau ditanya ke saya, saya tahu persis,” ungkapnya.
Ia juga memastikan pemerintah akan terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Program MBG agar manfaatnya semakin optimal, baik bagi masyarakat maupun bagi sektor pertanian nasional.
“Kalau memang ada satu-dua permasalahan, kita bereskan lah. Saya kira fokusnya adalah kita selesaikan persoalan. Karena memang tugas pemerintah adalah mencari persoalan, kemudian kita mencari jawabannya, mencari solusinya, yang kemudian solusinya itu bisa berdampak baik untuk seluruh masyarakat, bangsa, dan negara,” tutup Sudaryono.(*)






