Pelajar Sidoarjo Kehilangan Tabungan Rp 1,2 Juta, Tertipu Penjualan Sepeda di Medsos

oleh -62 Dilihat
eb32b6d6 ab6f 4b1a b82b acada1ac62c7
Akun penjual sepeda yang ternyata penipu (Tangkapan layar)

KabarBaik.co, Sidoarjo – Niat seorang pelajar SMP di Sidoarjo untuk membeli sepeda angin impiannya justru berubah menjadi pengalaman pahit. Remaja berinisial S, warga Sedati, diduga menjadi korban penipuan transaksi jual beli online setelah mentransfer uang hingga Rp 1,2 juta, namun barang yang dipesan tak pernah diterima.

Peristiwa itu bermula ketika siswa kelas IX tersebut menemukan iklan penjualan sepeda angin dengan harga Rp 700 ribu melalui akun TikTok -@jualonthelmurahamanah-. Tergiur dengan penawaran tersebut, ia memutuskan membeli menggunakan uang tabungan yang telah dikumpulkannya sendiri.

Orang tua korban, Lilis, menjelaskan putranya sempat mengirim pembayaran sebanyak tiga kali dengan total Rp 800 ribu. Setelah pembayaran dianggap lunas, penjual bukannya mengirim sepeda, melainkan kembali meminta uang dengan alasan di luar kesepakatan awal.

“Anak saya memang sudah lama ingin memiliki sepeda ontel. Semua uang yang dipakai berasal dari hasil tabungannya sendiri,” ujar Lilis, Rabu (22/7).

Lilis mengatakan alasan pertama yang digunakan penjual ialah biaya pengiriman. Tak lama kemudian muncul permintaan lain dengan dalih biaya pengamanan barang. Karena khawatir anaknya terus dibujuk, ia mengambil alih komunikasi dan kembali mentransfer uang sebanyak tiga kali dengan nilai total Rp 400 ribu.

“Awalnya katanya untuk ongkir, lalu minta lagi untuk biaya pengamanan. Setiap saya minta resi, jawabannya hanya disuruh sabar,” katanya.

Hingga seluruh pembayaran mencapai sekitar Rp 1,2 juta, sepeda yang dijanjikan tidak pernah dikirim. Permintaan nomor resi sebagai bukti pengiriman pun tak kunjung dipenuhi, sementara pelaku terus meminta korban mengirim uang tambahan.

“Barang belum datang, resinya juga tidak pernah dikirim, tetapi dia terus meminta tambahan uang. Ini namanya pemerasan,” tegas Lilis.

Selain meminta transfer berulang kali, pelaku juga diduga mengancam akan menyebarkan video wajah korban. Video tersebut sebelumnya diminta sebagai syarat untuk meyakinkan bahwa korban benar-benar serius membeli sepeda dan bukan sekadar calon pembeli palsu.

Menurut Lilis, pelaku mengaku berasal dari Yogyakarta, namun tidak pernah memberikan identitas yang jelas. Seluruh transaksi dan komunikasi hanya dilakukan melalui nomor telepon serta akun TikTok @jualonthelmurahamanah.

Sampai saat ini, sepeda ontel yang dijanjikan belum diterima. Bukti pengiriman juga tidak pernah diberikan, bahkan pelaku masih sempat meminta pembayaran tambahan meski sebelumnya berjanji tidak lagi menarik biaya apa pun.

Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap penawaran barang murah di media sosial. Pembeli diimbau tidak mudah tergiur harga rendah, memastikan identitas penjual, serta menghindari melakukan transfer tambahan sebelum barang benar-benar dikirim dan disertai bukti pengiriman yang sah. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.