KabarBaik.co, Sidoarjo – Membangun lingkungan yang sehat tidak cukup hanya dengan pembangunan infrastruktur. Kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih juga menjadi faktor penting. Karena itu, Pemkab Sidoarjo terus menguatkan gerakan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) 5 Pilar sebagai upaya meningkatkan kualitas kesehatan warga.
Komitmen tersebut kembali diuji melalui verifikasi STBM yang dilakukan Tim Verifikator Provinsi Jawa Timur. Sebanyak enam kecamatan dengan 12 desa dan kelurahan dipilih sebagai lokasi penilaian, yakni Buduran, Waru, Sedati, Tanggulangin, Porong, dan Prambon. Verifikasi lapangan ini bertujuan memastikan penerapan lima pilar sanitasi benar-benar menjadi kebiasaan masyarakat, bukan sekadar memenuhi persyaratan administratif.
Sekda Kabupaten Sidoarjo Fenny Apridawati mengatakan keberhasilan yang diraih Sidoarjo hingga saat ini merupakan hasil gotong royong seluruh elemen, mulai pemerintah, tenaga kesehatan, pemerintah desa hingga masyarakat. Menurutnya, status Open Defecation Free (ODF) atau bebas buang air besar sembarangan yang diraih pada 2024 bukan menjadi titik akhir, melainkan pijakan untuk mencapai target STBM Paripurna.
“Dari total 604.048 kepala keluarga di Sidoarjo, sebanyak 308.789 KK telah disurvei dan hasilnya 100 persen berstatus ODF. Ini menjadi modal penting untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ujar Fenny saat rapat koordinasi STBM di Kantor Setda Sidoarjo, Selasa (21/7).
Ia menjelaskan sejumlah indikator sanitasi di Sidoarjo juga terus menunjukkan peningkatan. Pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga telah mencapai 99,78 persen, pengelolaan sampah rumah tangga sebesar 95,43 persen, sedangkan pengelolaan air limbah rumah tangga telah mencapai 73,6 persen. Capaian tersebut menjadi modal untuk mengejar pemenuhan seluruh pilar STBM.
Menurut Fenny, keberhasilan mewujudkan sanitasi yang baik tidak bisa hanya dibebankan kepada sektor kesehatan. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari bidang pendidikan, lingkungan, infrastruktur, dunia usaha, media hingga partisipasi aktif masyarakat agar budaya hidup bersih terus tumbuh di setiap lingkungan.
Konsistensi tersebut mendapat apresiasi dari Tim Verifikator STBM Provinsi Jawa Timur. Setelah meraih predikat ODF pada 2024, Sidoarjo juga berhasil menyabet Juara I STBM Award Tingkat Pratama Nasional pada 2024 dan Juara I STBM Award Tingkat Madya Nasional pada 2025. Tahun ini, Sidoarjo didorong untuk melangkah lebih jauh dengan memenuhi seluruh indikator STBM 5 Pilar secara menyeluruh.
Melalui proses verifikasi lapangan ini, Pemkab Sidoarjo berharap budaya hidup bersih semakin mengakar di tengah masyarakat. Sebab, sanitasi yang baik bukan hanya menghadirkan lingkungan yang nyaman, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang untuk menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan produktif. (*)






