KabarBaik.co, Surabaya – Seorang pelajar menjadi korban pengeroyokan di salah satu tempat hiburan malam di kawasan Surabaya Barat pada Sabtu (15/7) dini hari. Peristiwa tersebut membuat korban menderita sejumlah luka fisik dan trauma berat dan hingga kini masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Berdasarkan keterangan kuasa hukum korban, Matthew Jerem, kejadian bermula saat korban tiba di Super House sekitar pukul 22.00 WIB bersama teman-temannya dan menempati sofa yang sudah dipesan. Sekitar pukul 02.00 WIB saat berjalan menuju toilet, korban tidak sengaja menyenggol pria berinisial RCW dan langsung meminta maaf.
Usai dari toilet, korban kembali terjatuh ke arah tempat duduk RCW dan sekali lagi menyampaikan permohonan maaf. Namun tak lama setelah kembali ke kursinya, korban didatangi RCW beserta temannya berinisial RG. RG diduga lebih dulu memukul ulu hati korban. Saat korban berusaha menenangkan situasi dengan berkata “Ada apa, sabar?”, kekerasan justru berlanjut.
Yang lebih memilukan, saat dua petugas keamanan datang ke lokasi, alih-alih melerai pertikaian, mereka justru diduga memegangi tubuh korban sehingga tidak bisa bergerak bebas.
“Dalam kondisi terkunci gerak itu, korban dipukul berulang kali di wajah dan mata oleh RCW, lalu disusul RG dan pria bernama JJ. Ini sudah masuk kategori pengeroyokan,” jelas Matthew kepada wartawan, Selasa (21/7).
Setelah kejadian, korban dibawa ke ruangan terpisah di dalam lokasi, sementara para pelaku diduga dibiarkan pergi begitu saja. Setelah bercerita kepada pengelola, korban diantar pulang oleh rekannya. Sesampainya di rumah, ia mengeluhkan sesak napas, pusing hebat, dan nyeri sekujur tubuh hingga sulit berdiri.
Keesokannya korban dibawa ke National Hospital untuk pemeriksaan awal, namun kondisinya memburuk beberapa hari kemudian dan harus dirawat inap.
Ibu korban, Fani Agustin, yang kini melaporkan kasus ini ke Polda Jatim, menceritakan anaknya masih mengalami trauma mendalam serta luka di mata, ulu hati, dan kepala. Ia berharap aparat mengusut tuntas kasus ini dan memproses hukum semua pihak yang terlibat, termasuk dugaan kelalaian petugas keamanan tempat hiburan.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih memeriksa bukti dan saksi guna mengungkap kebenaran sepenuhnya. (*)






