KabarBaik.co, Surabaya – Aksi bentrokan antar kelompok pemuda yang diduga merupakan anggota perguruan silat terjadi di Surabaya. Insiden berdarah ini terjadi di Jalan Kalijudan, Gang 10, 12, dan 14, Kecamatan Mulyorejo, Rabu (17/6) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB.
Akibat bentrokan tersebut, satu orang dilaporkan tewas, satu lainnya mengalami luka berat dan dilarikan ke rumah sakit, serta satu orang lainnya menderita luka-luka.
Salah satu warga setempat, Agus, 42, menceritakan bahwa ia awalnya sedang beristirahat, namun tiba-tiba terbangun karena mendengar keributan dan suara orang berlari. Saat ia keluar rumah, ia terkejut melihat sekelompok pemuda sedang saling serang.
“Pas dilihat itu ada bentrok, sehingga semua warga terbangun, itu bentrok antar pemuda,” ujar Agus.
Agus menambahkan dirinya tidak dapat memastikan identitas kelompok yang terlibat karena sebagian besar dari mereka menutupi wajah mereka. Para pelaku terlihat membawa berbagai senjata tajam, tongkat, besi, kayu, hingga petasan yang membuat suasana semakin mencekam.
“Mereka membawa tongkat, besi, kayu, ada yang bawa petasan sehingga warga kaget,” tambahnya.
Pantauan di lokasi, para pelaku tidak hanya membawa alat keras, namun juga terlihat membawa senjata tajam. Kejadian ini membuat warga panik dan resah. Beberapa warga bahkan berusaha menghalau agar bentrokan tidak semakin meluas.
Beruntung, tidak lama setelah kejadian, personel kepolisian dari Polsek Mulyorejo datang ke lokasi untuk membubarkan massa dan mengamankan situasi.
Dari keterangan petugas di lapangan, diketahui ada satu orang menjadi korban jiwa. Satu orang lainnya luka berat dan langsung dievakuasi ke rumah sakit terdekat.
Kronologi dan Korban
Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden ini bermula dari adanya konvoi kendaraan yang dilakukan oleh kelompok pesilat di sekitar Jalan Ir. Soekarno (MERR). Konvoi tersebut berkaitan dengan kegiatan pengesahan warga baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) yang digelar di Kenjeran Park pada Selasa (16/6) malam.
Diduga terjadi provokasi antara kelompok konvoi dengan kelompok lain yang diduga dari perguruan silat berbeda. Saat saling kejar-kejaran, kelompok tersebut lari masuk ke area perkampungan padat penduduk di Kalijudan hingga terjadi bentrokan fisik.
“Tadi saya tidur. Terus kebangun karena rame-rame. Saya keluar kok sudah ada bentrok. Ada yang bawa senjata tajam dan balok-balok kayu besar gitu mas,” cerita Putri, salah satu saksi mata lainnya.
Dalam insiden ini terdapat warga sipil yang juga menjadi korban. Seorang warga berinisial YD terlihat terkapar dengan tubuh penuh luka akibat terjebak dalam keributan tersebut.
Secara terpisah, Putri menyebutkan total ada tiga korban yang dilarikan ke rumah sakit. Satu orang korban diduga bukan warga Surabaya dan berasal dari kelompok silat, sementara dua orang lainnya merupakan warga Kalijudan yang berusaha melerai atau menghalau bentrok.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kepolisian, khususnya Kanit Reskrim Polsek Mulyorejo AKP Joko, belum dapat memberikan keterangan resmi terkait motif dan identitas pelaku maupun korban secara mendalam. (*)






