KabarBaik.co, Surabaya – Bentrokan diduga terjadi antar-pesilat pecahdi kawasan Kalijudan, Surabaya, Rabu (17/6) dini hari. Warga menyebut dua orang meninggal dan satu warga lainnya dalam kondisi kritis setelah mengalami luka bacok serta ditusuk menggunakan obeng di bagian perut.
Kejadian bermula saat keributan pecah di jalan raya sebelum akhirnya meluas hingga masuk ke permukiman padat penduduk. Seorang warga yang meminta identitasnya disamarkan dengan inisial B menceritakan detik-detik awal kejadian.
“Saya belum tidur karena sedang tidak enak badan, tiba-tiba terdengar suara orang berbicara keras dari depan rumah. Tidak lama kemudian terdengar suara petasan, saya mengintip dan ternyata ada tawuran,” cerita B saat dikonfirmasi.
Menurut keterangan B, bentrokan tersebut melibatkan dua kelompok yang sama-sama merupakan anggota perguruan silat atau organisasi pencak silat yang berbeda. Konflik diduga bermula dari adanya kesalahpahaman atau ‘prahara’ lama, di mana satu kelompok diketahui baru selesai mengadakan acara di kawasan Kenpark, sementara kelompok lainnya sudah menunggu di sekitar area MERR.
“Itu sama-sama pesilat, beda nama saja. Bukan tawuran sama warga, tapi mereka masuk ke kampung-kampung. Jadinya warga sini yang jadi korban,” jelasnya.
Aksi tawuran sempat memanas dan membuat para pelaku berlarian menyusuri gang-gang kecil yang saling terhubung. Keributan bermula di Gang 12, kemudian menyebar hingga ke Gang 14 dan Gang 15 Kalijudan.
Akibat kekacauan tersebut, satu warga setempat mengalami luka sangat parah. Korban mengalami luka bacok dan ditusuk menggunakan obeng tepat di bagian perut. Hingga berita ini diturunkan, korban sudah dievakuasi menggunakan ambulans dan sedang mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit, namun lokasi rumah sakitnya belum dapat dipastikan.
“Yang parah itu tetangga sendiri, perutnya ditubel pakai obeng. Kondisinya kritis,” tambah B.
Yang lebih mengerikan, B mengatakan bahwa ada kabar dua orang meninggal dunia di lokasi kejadian. Kedua korban jiwa tersebut diketahui bukan merupakan warga sekitar dan ditemukan tergeletak di mulut gang.
“Iya benar ada yang meninggal dua orang, tergeletak di depan gang. Tapi itu bukan orang sini, saya tidak tahu mereka dari mana,” ungkapnya.
Mendengar laporan tersebut, personel kepolisian langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pengamanan dan penggeledahan. B menyebut bahwa beberapa orang yang diduga terlibat sempat menyembunyikan diri di sekitar pemukiman warga, namun kabarnya sudah pulang pada pagi harinya.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait pemicu utama bentrokan dan identitas para pelaku maupun korban. (*)






