KabarBaik.co, Bali — Juara Piala Presiden 2026 belum juga ditentukan dalam waktu normal. Persib Bandung dan Persebaya Surabaya harus melanjutkan pertarungan ke babak extra time setelah bermain imbang 1-1 hingga peluit panjang babak kedua dibunyikan di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8) malam.
Persebaya sempat unggul lebih dulu melalui gol Ramadhan Sananta pada menit ke-20 memanfaatkan umpan tarik Rachmat Irianto. Namun, keunggulan Bajul Ijo hanya bertahan tiga menit setelah bek Persib, Patricio Matricardi, mencetak gol penyeimbang pada menit ke-23.
Memasuki babak kedua, kedua pelatih melakukan sejumlah perubahan untuk menjaga ritme permainan. Pelatih Persebaya Bernardo Tavares membuat keputusan mengejutkan dengan menarik kiper utama Ernando Ari dan memasukkan Reza Arya. Di kubu Persib, Igor Tolic mengganti Tanamal dengan Al Hamra Hehanusa untuk menambah energi di sektor pertahanan.
Meski kedua tim silih berganti menciptakan peluang hingga menit ke-65, skor tak kunjung berubah. Melihat intensitas permainan mulai menurun, Tavares kembali menyegarkan skuadnya dengan memasukkan dua pemain muda, Tony Firmansyah dan Ricky Pratama. Keduanya menggantikan Rachmat Irianto serta Malik Risaldi demi menjaga agresivitas Persebaya di lini tengah dan depan.
Persib juga merespons dengan melakukan pergantian pemain. Luciano Guaycochea ditarik keluar dan digantikan Dedi Dado Kusnandar untuk menambah keseimbangan permainan di sektor tengah.
Memasuki menit ke-70, Igor Tolic memainkan salah satu kartu trufnya dengan memasukkan Mariano Peralta. Pemain yang menyandang predikat Most Valuable Player (MVP) Super League 2025/2026 itu diharapkan mampu meningkatkan daya gedor Maung Bandung pada sisa pertandingan.
Namun, justru Persebaya yang memperoleh peluang emas menjelang laga usai. Pada menit ke-82, Risto Mitrevski melepaskan tendangan bebas dari posisi yang hanya berjarak beberapa meter di depan kotak penalti Persib. Tendangan kerasnya sempat mengecoh pagar hidup, tetapi bola masih melambung tipis di sisi kanan gawang Teja Paku Alam sehingga gagal mengubah kedudukan.
Hingga wasit meniup peluit panjang, skor tetap bertahan 1-1. Hasil tersebut memaksa partai final Piala Presiden 2026 dilanjutkan ke babak extra time selama 2×15 menit untuk menentukan siapa yang berhak mengangkat trofi juara.
Secara statistik, Persib kembali mendominasi penguasaan bola sepanjang 90 menit dengan persentase mencapai 73 persen, sementara Persebaya hanya menguasai 27 persen. Kendati demikian, dominasi tersebut tidak berbanding lurus dengan efektivitas serangan. Justru Persebaya lebih produktif dalam menciptakan peluang dengan melepaskan empat tembakan dan seluruhnya mengarah tepat ke gawang.
Persib hanya mampu membukukan dua tembakan, namun keduanya juga tepat sasaran. Menariknya, sepanjang waktu normal tidak ada satu pun percobaan dari kedua tim yang melenceng dari target, menggambarkan betapa disiplin dan hati-hatinya kedua kesebelasan dalam membangun setiap peluang.
Dengan skor masih sama kuat, segalanya kini akan ditentukan pada babak tambahan waktu. Ketahanan fisik, kedalaman skuad, hingga kecerdikan kedua pelatih dalam membaca permainan diprediksi menjadi faktor penentu siapa yang akhirnya keluar sebagai kampiun Piala Presiden 2026. (*)






