KabarBaik.co, Surabaya- Statistik boleh memihak Persib Bandung. Rekor pertemuan lima tahun terakhir pun memberi keuntungan bagi Maung Bandung.
Namun, sepak bola tak pernah dimainkan di atas lembar statistik. Kamis (6/8) malam, pukul 19.00 WIB, Persebaya Surabaya datang ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, tentu bukan untuk mengenang masa lalu, melainkan untuk menghapusnya.
Final Piala Presiden 2026 menjadi panggung yang selama ini belum pernah benar-benar dimiliki Green Force. Sejak turnamen pramusim paling bergengsi di Indonesia itu digelar pada 2015, Persebaya belum pernah mengangkat trofi. Mereka sempat menjejak final pada edisi 2019, tetapi harus mengakui keunggulan Arema FC.
Kini, tujuh tahun berselang, kesempatan itu datang lagi. Bedanya, kali ini Persebaya datang dengan satu karakter yang selalu hidup di dada Bonek. Ngeyel.
Ngeyel bukan keras kepala. Dalam kamus Suroboyo, ngeyel berarti menolak menyerah. Daya juang dan semangat terus menyala ketika banyak orang meragukan. Dan itulah yang mesti dibawa Green Force saat menghadapi Persib, tim yang dalam beberapa musim terakhir lebih kerap menjadi batu sandungan.
Data memang menunjukkan Persib lebih dominan. Dalam sembilan pertemuan kompetitif sejak 2022, Maung Bandung meraih enam kemenangan, Persebaya hanya sekali menang, sedangkan dua laga lainnya berakhir imbang. Bahkan dalam delapan pertemuan Liga 1, Persib juga masih unggul dengan lima kemenangan berbanding satu. Fakta tersebut membuat banyak prediksi kembali mengunggulkan wakil Jawa Barat tersebut.
Tapi, justru di situlah tantangan terbesar Persebaya.
Yang menarik, satu-satunya kemenangan Persebaya atas Persib dalam rentang tersebut bukan kemenangan biasa. Pada 1 Maret 2025, Green Force membungkam Persib dengan skor telak 4-1. Laga itu menjadi bukti bahwa dominasi Persib bukan sesuatu yang mustahil dipatahkan ketika Persebaya bermain disiplin, agresivitas, dan keberanian menyerang dengan cerdas.
Momentum itu kini seperti kembali menemukan jalannya.
Persebaya melaju ke final dengan kepercayaan diri tinggi setelah menyingkirkan Arema FC 1-0 di semifinal melalui gol Yuran Fernandes. Persib pun datang dengan modal mengalahkan rival abadinya, Persija Jakarta, 2-1. Artinya, partai puncak mempertemukan dua tim yang sama-sama sedang berada dalam atmosfer kemenangan.
Namun, bagi Persebaya, laga ini memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar pertandingan pramusim.
Duel ini adalah kesempatan mengakhiri penantian panjang. Kesempatan meraih trofi Piala Presiden pertama dalam sejarah klub. Kesempatan membalik narasi bahwa setiap bertemu Persib, Green Force selalu berada di bawah bayang-bayang lawannya, sekaligus pesan kuat untuk para rival bahwa musim Liga 1 tahun ini pun Persebaya telah siap mengangkat mahkota.
Di partai final tanpa kehadiran penonton di tribun, satu-satunya suara yang akan terdengar hanyalah instruksi pelatih, benturan antarpemain, dan teriakan semangat dari pinggir lapangan. Tetapi, Persebaya tidak pernah benar-benar bermain sendirian. Di mana pun mereka bertanding, doa dan semangat Bonek dan Bonita selalu ikut berjalan bersama tim.
Final nanti bukan hanya tentang siapa lebih unggul dalam statistik. Namun tentang siapa yang lebih berani menulis cerita baru.
Dan bila Persebaya mampu menjaga disiplin, memainkan sepak bola agresif, serta mempertahankan semangat ngeyel hingga peluit akhir, maka malam di Gianyar bisa menjadi malam ketika sejarah lama runtuh, digantikan sejarah baru berwarna hijau.
Karena setiap trofi pertama selalu diawali oleh satu keberanian. Berani menentang takdir.
Sebelumnya, selepas memenangkan derbi superklasik kontra Arema FC di semifinal, pelatih Persebaya Bernardo Tavares mengaku kemenangan tersebut lahir dari kerja keras seluruh pemain yang mampu mengatasi tantangan besar, terutama kondisi fisik yang terkuras akibat jadwal pertandingan yang sangat padat.
“Ini pertandingan yang sangat sulit. Intensitasnya tinggi dan dipenuhi banyak duel serta emosi. Para pemain datang ke laga ini dalam kondisi kelelahan, tetapi malam ini mereka menunjukkan karakter sebagai pejuang. Saya bangga dengan sikap dan kerja keras yang mereka tampilkan di lapangan,” ujar Coach Tavares dalam sesi konferensi pers.
Pelatih asal Portugal itu menilai Persebaya tampil disiplin sepanjang pertandingan. Selain mampu menjaga keunggulan, Green Force juga menciptakan beberapa peluang yang seharusnya dapat memperbesar skor.
“Yang terpenting kami bisa mencetak gol lebih dulu. Kami juga memiliki beberapa peluang untuk menambah keunggulan, tetapi belum mampu memanfaatkannya. Meski begitu, saya sangat puas dengan kerja keras seluruh pemain,” jelasnya.
Di sisi lain, Coach Tavares kembali menyoroti padatnya jadwal pertandingan yang harus dijalani Persebaya selama Piala Presiden 2026. Menurutnya, waktu pemulihan yang sangat singkat menjadi tantangan tersendiri bagi tim.
“Kami bermain pada 1 Agustus malam. Para pemain baru bisa beristirahat dini hari, kemudian harus bangun pagi karena belum mengetahui jadwal pertandingan berikutnya. Setelah itu kami melakukan pemulihan, terbang ke Bali, lalu kembali bermain,” ujarnya.
Meski menghadapi situasi tersebut, pelatih berusia 46 tahun itu mengaku semakin menghargai dedikasi yang diperlihatkan para pemainnya di atas lapangan. “Dalam kondisi seperti itu tentu sulit mengharapkan performa yang benar-benar maksimal. Karena itu saya sangat bangga dengan semangat juang mereka,” pungkasnya. (*)
Head to Head Persebaya vs Persib Bandung (2022–2026)
- 2 Maret 2026 – Persebaya 2-2 Persib (Super League 2025/2026)
- 12 September 2025 – Persib 1-0 Persebaya (Super League 2025/2026)
- 1 Maret 2025 – Persebaya 4-1 Persib (Liga 1 2024/2025)
- 18 Oktober 2024 – Persib 2-0 Persebaya (Liga 1 2024/2025)
- 20 April 2024 – Persib 3-1 Persebaya (Liga 1 2023/2024)
- 7 Oktober 2023 – Persebaya 2-3 Persib (Liga 1 2023/2024)
- 13 Maret 2023 – Persebaya 2-2 Persib (Liga 1 2022/2023)
- 10 Desember 2022 – Persib 2-1 Persebaya (Liga 1 2022/2023)
- 17 Juni 2022 – Persebaya 1-3 Persib (Piala Presiden 2022)
Rekap Pertemuan:
- Total pertandingan: 9
- Persib menang: 6 kali
- Persebaya menang: 1 kali
- Imbang: 2 kali
- Gol Persib: 17
- Gol Persebaya: 15






