KabarBaik.co, Malang – Seorang perempuan berinisial MYP, 27, warga Kelurahan Tanjungrejo, Sukun, diamankan polisi setelah membobol sebuah swalayan di kawasan Dinoyo, Lowokwaru. Dalam aksinya, pelaku membawa kabur uang tunai senilai Rp 48.409.100.
Peristiwa tersebut terjadi di Swalayan Sardo, Jalan Gajayana, sekitar pukul 03.00 WIB, Minggu (19/7). Upaya pelaku melarikan diri berakhir gagal setelah diduga terjatuh dari lantai tiga bangunan swalayan hingga menimpa atap rumah warga di samping gedung. Pelaku kemudian diamankan polisi bersama petugas keamanan dan warga sekitar.
Kasi Humas Polresta Malang Kota Ipda Lukman Sobhikin mengatakan penangkapan dilakukan setelah polisi menerima laporan adanya dugaan pencurian di swalayan tersebut. Tim Opsnal kemudian bergerak ke lokasi dan berkoordinasi dengan petugas keamanan untuk mengamankan terduga pelaku.
“Benar, Satreskrim mengamankan seorang perempuan yang diduga melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan di salah satu swalayan di wilayah Polsek Lowokwaru. Saat ini tersangka beserta barang bukti telah diamankan untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut,” ujar Lukman, Selasa (21/7).
Kasus itu terungkap setelah salah seorang karyawan swalayan menerima informasi dari rekannya mengenai adanya dugaan pencurian. Laporan tersebut kemudian diteruskan kepada pihak kepolisian hingga dilakukan penyelidikan di lokasi kejadian.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi mengamankan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 48.409.100 dan sebuah tas ransel berwarna ungu muda yang diduga digunakan untuk membawa hasil curian. Berdasarkan pengakuan sementara, uang tersebut diambil dari laci meja yang berada di lantai dua swalayan.
Meski demikian, penyidik masih mendalami cara pelaku dapat masuk ke dalam swalayan serta motif di balik dugaan pencurian tersebut. Seluruh keterangan dan barang bukti kini menjadi bagian dari proses penyidikan yang dilakukan Satreskrim Polresta Malang Kota.
Polisi juga mengimbau para pemilik usaha untuk meningkatkan sistem keamanan di tempat usahanya, mulai dari optimalisasi petugas keamanan, pemasangan kamera pengawas (CCTV), hingga memperkuat sistem penyimpanan uang tunai dan barang berharga agar kejadian serupa tidak terulang. (*)






