Respons Disdik Malang Soal Atap Ruang Kelas SDN 2 Klepu Rusak Parah Disangga Bambu

oleh -92 Dilihat
WhatsApp Image 2026 07 19 at 3.27.24 PM
Kondisi kerusakan parah pada bagian atap dan plafon salah satu kelas SDN 2 Klepu, Kabupaten Malang (foto: Putut Priyono)

KabarBaik.co, Malang – Kondisi memprihatinkan dialami SDN 2 Klepu, Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Salah satu ruang kelas mengalami kerusakan berat pada bagian atap dan plafon hingga harus disangga menggunakan batang-batang bambu untuk mencegah ambruk.

Kerusakan tersebut menjadi perhatian Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Malang. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Bagus Sulistyawan, memastikan sekolah tersebut telah masuk dalam daftar prioritas rehabilitasi setelah dilakukan survei lapangan oleh tim teknis.

“Kondisi SDN 2 Klepu sebenarnya telah kami tindak lanjuti. Tim Dinas Pendidikan sudah melakukan survei lapangan, dan sekolah tersebut telah masuk dalam usulan prioritas rehabilitasi yang kami sampaikan kepada Bapak Bupati serta dikoordinasikan dengan BBPMP dan Direktorat SD Dikdasmen,” terang Bagus, Minggu (19/7).

Bagus menjelaskan keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik menjadi pertimbangan utama dalam penanganan sementara. Karena itu, ruang kelas yang dinilai berisiko tidak lagi digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

“Untuk menjamin keselamatan peserta didik dan guru, ruang yang kondisinya berisiko tidak digunakan dan kegiatan pembelajaran sementara dialihkan ke tempat yang lebih aman. Saat ini kami melakukan verifikasi teknis lanjutan untuk memastikan tingkat kerusakan dan kebutuhan penanganan darurat, sekaligus mengupayakan dukungan anggaran rehabilitasi sesuai ketentuan. Keselamatan peserta didik tetap menjadi prioritas utama kami,” ujarnya.

WhatsApp Image 2026 07 18 at 2.19.53 PM
Kondisi ruang kelas SDN 2 Klepu Malang yang bagian atapnya sudah rusak dan hanya disangga bambu (foto: istimewa/Yoga BJt)

Sebelumnya, kondisi bangunan SDN 2 Klepu menjadi sorotan karena satu ruang kelas mengalami kerusakan hampir di seluruh bagian atap. Kayu penyangga plafon diketahui telah lapuk akibat usia bangunan sehingga tidak lagi mampu menopang konstruksi secara optimal.

Sebagai langkah darurat, pihak sekolah memasang batang-batang bambu untuk menyangga plafon agar tidak runtuh. Di sisi lain, sejumlah lembar asbes pada atap juga mulai terlepas dan berjatuhan, meninggalkan lubang di bagian plafon yang semakin meningkatkan risiko bagi pengguna ruang kelas.

Sebelum dilakukan pengalihan ruang belajar, sebanyak 18 siswa kelas IV diketahui masih mengikuti kegiatan belajar mengajar di ruangan tersebut. Kondisi itu memunculkan kekhawatiran karena atap dan plafon sewaktu-waktu berpotensi ambruk apabila tidak segera mendapat penanganan permanen.

Dinas Pendidikan Kabupaten Malang kini tengah menyelesaikan verifikasi teknis sebagai dasar penentuan kebutuhan rehabilitasi, sembari mengupayakan dukungan anggaran agar perbaikan dapat segera direalisasikan. Pemerintah menegaskan bahwa aspek keselamatan peserta didik akan menjadi prioritas dalam setiap tahapan penanganan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Putut Priyono
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.