KabarBaik.co, Malang – Kekhawatiran menyelimuti kegiatan belajar mengajar di SDN 2 Klepu, Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Sebanyak 18 siswa kelas 4 setiap hari harus belajar di ruang kelas yang mengalami kerusakan cukup parah dan berpotensi membahayakan keselamatan.
Kerusakan terlihat hampir di seluruh bagian atap ruang kelas. Kayu penyangga plafon telah lapuk, atap harus disangga menggunakan bambu, sementara beberapa lembar asbes mulai berjatuhan. Meski kondisinya memprihatinkan, proses pembelajaran masih tetap berlangsung karena sekolah belum memiliki ruang kelas alternatif.
Wali Kelas 4 SDN 2 Klepu, Holland Silaen, mengatakan pihak sekolah sebenarnya sangat mengkhawatirkan kondisi bangunan tersebut, terutama ketika musim hujan tiba. Menurutnya, bangunan yang sudah rapuh bisa membahayakan siswa maupun guru yang berada di dalam kelas.
“Yang kami khawatirkan jika masuk musim penghujan nanti. Hal ini sangat berbahaya dan mengancam keselamatan, mental, pola pikir anak-anak serta tenaga pendidik yang sedang beraktivitas di dalam kelas,” ujarnya, Sabtu (18/7).
Sebagai upaya mengantisipasi kemungkinan terburuk, sekolah telah berkoordinasi dengan warga sekitar untuk meminjam rumah sebagai lokasi sementara kegiatan belajar mengajar apabila kondisi ruang kelas dinilai sudah tidak aman digunakan.
“Karena sekarang masih musim kemarau, mungkin tingkat ketahanan dari plafon ini masih kuat. Kami sudah berkoordinasi dengan warga sekitar, jika masuk musim penghujan kami akan pinjam rumah warga untuk KBM,” terang Holland.
Di tengah kondisi tersebut, para siswa mengaku tidak tenang saat mengikuti pelajaran. Mereka khawatir plafon maupun asbes yang sudah rapuh sewaktu-waktu dapat runtuh ketika proses belajar berlangsung.
“Saya khawatir asbes ini jatuh pada saat jam belajar,” ungkap Vera Dhanisa Anjellina, siswi kelas 4 SDN 2 Klepu.
Karena merasa ruang kelas mereka sudah tidak layak digunakan, para siswa kemudian menyampaikan permohonan kepada Pemkab Malang agar segera melakukan renovasi.
Sedangkan, harapan itu ditujukan kepada Bupati Malang, Camat, Lurah, hingga Dinas Pendidikan agar segera memberikan perhatian terhadap kondisi sekolah mereka.
“Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Kami murid kelas 4 SDN 2 Klepu. Yang terhormat Bapak Bupati Malang, Bapak Lurah, Bapak Camat, Bapak Kepala Dinas Pendidikan. Tolong perbaiki ruang kelas kami karena rusak parah dan tidak layak digunakan untuk belajar,” ujar para siswa secara bersama-sama.
Pihak sekolah berharap pemerintah segera mengambil langkah perbaikan agar para siswa dapat kembali belajar dengan aman, nyaman, dan tanpa dihantui rasa takut akibat kondisi bangunan yang nyaris roboh. (*)






