KabarBaik.co, Filipina – Timnas voli putra Indonesia sudah memasang banderol juara di SEA V Cup 2026. Malam ini (18/7), sekitar pukul 18.30 WIB, bakal berhadapan dengan Vietnam di babak semifinal Leg 1. Menghadapi Vietnam itu, Farhan Halim dan kawan-kawan tidak boleh menganggap enteng alias jemawa. Sebab, wajah baru mereka kini perpaduan pemain senior dan generasi muda berdaya ledak tinggi.
Laga ini diprediksi berlangsung sengit, walaupun Indonesia lebih diunggulkan. Semifinal lainnya akan mempertemukan juara Grup B Thailand melawan Kamboja.
Skuad Merah Putih melangkah ke semifinal dengan modal sempurna. Anak asuh Reidel Toiran tampil sebagai pemuncak klasemen Grup A setelah membukukan dua kemenangan meyakinkan, masing-masing 3-0 atas Kamboja dan tuan rumah Filipina.
Status Indonesia sebagai unggulan juga semakin kuat setelah baru saja menjuarai AVC Cup 2026, turnamen level Asia, dengan menumbangkan raksasa Korea Selatan pada partai final yang berlangsung di India bulan lalu. Di atas kertas, peluang Indonesia memang lebih besar. Berdasarkan peringkat dunia FIVB per 17 Juli 2026, pun Indonesia berada di posisi ke-44, sedangkan Vietnam masih menempati peringkat ke-63.
Namun, perbedaan ranking bukan jaminan pertandingan akan berjalan mudah. Vietnam datang dengan komposisi skuad yang berbeda dibanding beberapa tahun terakhir. Berdasarkan profil pemain serta laporan sejumlah media olahraga Vietnam, tim asuhan Federico Rampazzo kini didominasi pemain-pemain muda setelah sejumlah veteran, termasuk Tu Thanh Thuan, tidak lagi memperkuat tim nasional.
Setidaknya, ada tiga pemain senior yang menjadi tulang punggung tim Vietnam. Pemain paling senior adalah Pham Quoc Du, opposite hitter yang kini berusia 30 tahun. Ia merupakan salah satu pemain paling berpengalaman di skuad Vietnam dan telah menjadi andalan lini serang sejak SEA Games pada 2022 lalu.
Selain itu ada Duong Van Tien, outside hitter kelahiran 1998 yang menjadi pemimpin di sektor sayap. Produk pembinaan Sanest Khanh Hoa itu merupakan bagian penting saat Vietnam meraih medali perak SEA Games. Dia dikenal memiliki kemampuan receive dan pertahanan yang konsisten sehingga menjadi salah satu pemain paling stabil di tim.
Sementara itu, peran sentral berada di tangan setter Dinh Van Duy. Berusia 26 tahun, ia kerap disebut media Vietnam sebagai setter terbaik negara tersebut saat ini. Van Duy menjadi otak permainan Vietnam dalam berbagai ajang AVC maupun kompetisi Asia Tenggara. Absennya akibat cedera pada 2024 sempat membuat performa Vietnam menurun, sehingga kembalinya pada musim 2026 menjadi suntikan besar bagi pola permainan cepat yang diterapkan.
Ketiga pemain berpengalaman itu kemudian dipadukan dengan deretan talenta muda, termasuk Nguyen Ngoc Thuan, yang digadang-gadang menjadi bintang masa depan voli Vietnam. Kombinasi pengalaman dan energi muda inilah yang menjadi modal Vietnam untuk mencoba mematahkan dominasi Indonesia dan Thailand di kawasan Asia Tenggara.
Bagi Indonesia, laga semifinal ini menjadi salah satu ujian sesungguhnya setelah melewati fase grup tanpa kehilangan satu set pun. Jika mampu mengatasi perlawanan Vietnam, skuad Garuda akan selangkah lebih dekat mempertahankan reputasinya sebagai salah satu kekuatan utama voli putra Asia Tenggara sekaligus membuka peluang meraih target juara di SEA V Cup 2026. (*)
Jadwa Semifinal Leg 1 SEA V Cup 2026
Sabtu, 18 Juli
- 11.30 WIB – Filipina vs Myanmar (perebutan tempat 5-6)
- 14.30 WIB – Thailand vs Kamboja
- 18.30 WIB – Indonesia vs Vietnam
Laga bisa disaksikan secara langsung di Moji TV atau link Vidio: https://vid.id/7us9bz
⠀






