Wamentan Targetkan Indonesia Stop Impor Gula Industri, Jatim Jadi Andalan Swasembada Pangan

oleh -80 Dilihat
WhatsApp Image 2026 07 17 at 1.26.29 PM
Wamentan Sudaryono saat mencoba hand traktor (foto: Putut Priyono)

KabarBaik.co, Malang – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan pemerintah menargetkan Indonesia tidak lagi mengimpor gula, termasuk gula untuk kebutuhan industri. Target tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan nasional yang saat ini terus didorong oleh pemerintah.

Pernyataan itu disampaikan Sudaryono saat menghadiri pelantikan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) se-Jawa Timur di Kabupaten Malang, Jumat (17/7).

Menurut Sudaryono, salah satu pekerjaan rumah terbesar sektor pertanian saat ini adalah meningkatkan produksi berbagai komoditas strategis. Dengan peningkatan produksi, Indonesia diharapkan mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri tanpa harus bergantung pada impor.

“PR-nya adalah peningkatan produksi. Selama ini hasilnya sudah maksimal. Kita butuh peningkatan produksi lagi supaya menuju swasembada dan tidak perlu impor lagi,” jelas Sudaryono.

Ia menegaskan arahan Presiden sangat jelas, yakni menghentikan impor gula secara bertahap hingga mencakup kebutuhan industri yang selama ini masih dipenuhi melalui gula rafinasi dari luar negeri.

“Keinginan Presiden adalah ke depan gula untuk kebutuhan industri tidak boleh impor lagi,” tegasnya.

Untuk mewujudkan target tersebut, pemerintah menaruh perhatian besar kepada Jawa Timur yang selama ini menjadi tulang punggung produksi pangan nasional. Selain menjadi sentra padi dan jagung, provinsi ini juga merupakan penghasil gula terbesar di Indonesia.

Sudaryono menyebut hampir 50 persen produksi gula nasional berasal dari perkebunan tebu di Jawa Timur. Atas dasar itu, Kabupaten Malang dipilih sebagai lokasi pelantikan pengurus HKTI se-Jawa Timur karena merupakan salah satu kawasan sentra tebu nasional.

“Hari ini kita pilih di Malang. Alasannya Malang juga adalah salah satu sentra pertanian, khususnya perkebunan tebu. Jawa Timur ini juara urusan gula. Hampir 50 persen produksi gula kita bersumber dari tebu di Jawa Timur,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kementerian Pertanian juga menyerahkan bantuan bagi petani berupa traktor, benih, dan berbagai sarana produksi pertanian. Penyerahan dilakukan secara simbolis karena sebagian besar bantuan telah lebih dulu disalurkan kepada kelompok tani di berbagai daerah.

“Traktor, benih, yang diserahkan tadi memang simbolis, tetapi sebenarnya bantuan yang sudah diberikan jumlahnya lebih banyak,” pungkas Sudaryono. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Putut Priyono
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.