Disparbud Malang Usulkan Tradisi Petaan dan Soto Kambing Jadi Warisan Budaya Takbenda

oleh -105 Dilihat
WhatsApp Image 2026 07 17 at 9.10.20 AM
Kesenian Bantengan yang menjadi salah satu Warisan Budaya Takbenda di Kabupaten Malang (foto: Putut Priyono)

KabarBaik.co, Malang – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang terus melakukan upaya pelestarian budaya melalui pengusulan Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTbI). Pada tahun 2026, Disparbud mengajukan dua karya budaya, yakni Tradisi Petaan dari Desa Ngadas serta Soto Kambing Kabupaten Malang untuk ditetapkan sebagai WBTbI.

Kepala Bidang Kebudayaan Disparbud Kabupaten Malang Hartono mengatakan proses penetapan dilakukan secara bertahap mulai dari kurasi di tingkat kabupaten, seleksi provinsi hingga penilaian di tingkat nasional.

“Setiap tahun kami melakukan temu kenali dan memfasilitasi penetapan Warisan Budaya Takbenda. Tahun ini kami mengajukan Tradisi Petaan dari Desa Ngadas dan Soto Kambing Kabupaten Malang. Setelah dikurasi di kabupaten, akan diseleksi di tingkat provinsi sebelum diajukan ke nasional,” ujarnya, Jumat (16/7), saat di Taman Wisata Wendid, Kabupaten Malang.

Hartono menjelaskan pada 2025 Kabupaten Malang berhasil menorehkan prestasi dengan ditetapkannya Bantengan Lereng Semeru sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Selain itu, tradisi Kolok Goblok dari Kecamatan Poncokusumo juga memperoleh penetapan yang sama.

Menurutnya, tradisi Kolok Goblok merupakan ritual tahunan masyarakat yang memiliki ternak. Warga membuat olahan dari labu yang dilubangi dan diisi gula merah, santan serta bahan lainnya yang sarat makna filosofis sebagai bagian dari tradisi syukuran.

“Setiap karya budaya yang diajukan harus memiliki maestro, dokumentasi, kajian, dan nilai sejarah yang kuat. Itu menjadi syarat penting dalam proses penetapan,” katanya.

Hartono menuturkan bahwa pelestarian budaya tidak berhenti pada proses penetapan. Disparbud juga melakukan perlindungan melalui pendokumentasian, penyusunan literasi budaya, publikasi hingga pemanfaatan dalam berbagai pertunjukan agar dikenal masyarakat, khususnya generasi muda.

Ia mencontohkan Bantengan Lereng Semeru yang diyakini memiliki jejak sejarah sejak masa Kerajaan Singasari. Bukti visualnya bahkan disebut dapat ditemukan pada relief di Candi Jago.

“Ketika budaya ditampilkan dalam berbagai kegiatan, anak-anak akan mengenal bahwa Bantengan merupakan warisan budaya asli Kabupaten Malang. Dokumentasi dan kajian itu penting agar generasi berikutnya mengetahui bentuk dan nilai budaya tersebut,” jelasnya.

Hartono menyebut Kabupaten Malang memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam. Wilayah ini memiliki sedikitnya empat kawasan budaya, yakni kultur Mataraman, Arek, Dalungan, dan Tengger, yang masing-masing menyimpan tradisi serta kearifan lokal yang perlu terus dilestarikan.

Menurutnya, warisan budaya merupakan identitas yang harus diwariskan kepada generasi mendatang. Karena itu, pemerintah terus melakukan inventarisasi dan temu kenali terhadap berbagai tradisi yang berpotensi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda.

Di sisi lain, Disparbud juga mendorong pelestarian budaya dilakukan secara adaptif mengikuti perkembangan zaman. Meski demikian, nilai-nilai filosofis dan pakem budaya tidak boleh dihilangkan.

“Warisan budaya harus bisa menyesuaikan dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan filosofi dasarnya. Misalnya pada pertunjukan Bantengan, aransemen musik boleh dikemas lebih modern agar diminati generasi muda, tetapi unsur utama seperti wirasa, wiraga, dan wirama tetap harus dipertahankan,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Putut Priyono
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.