KabarBaik.co, Sidoarjo – Ulah seorang pemuda di Desa Dukuh Tengah, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, mendadak menjadi perbincangan hangat warga setelah videonya viral di media sosial.
Pemuda tersebut terekam melakukan tindakan tidak senonoh menggauli guling di teras rumahnya saat seorang pengemudi ojek online (ojol) mengantarkan pesanan minuman yang dipesannya melalui layanan GoFood.
Video yang viral tersebut diketahui terjadi pada Selasa (14/7) sekitar pukul 11.17 WIB. Saat itu, sang driver datang ke rumah pemesan untuk mengantarkan minuman.
Namun sesampainya di lokasi, pengemudi ojol tersebut dibuat terkejut oleh kondisi pemesan yang berada di depan rumah tanpa mengenakan pakaian dan sedang melakukan tindakan tidak pantas terhadap guling.
Momen tersebut kemudian direkam dan beredar luas di media sosial hingga memicu beragam reaksi dari masyarakat. Banyak warga yang mengaku resah dan mempertanyakan perilaku pemuda tersebut.
Viralnya video itu membuat aparat kepolisian bersama pemerintah desa bergerak cepat. Pemuda yang bersangkutan bersama keluarganya kemudian dipanggil ke balai desa untuk dimintai keterangan sekaligus menjalani pembinaan.
Kapolsek Buduran Kompol Sugeng Sulistiyono mengatakan pihaknya langsung melakukan pengecekan ke lokasi setelah menerima informasi yang beredar di masyarakat dan media sosial.
“Jadi kami ngecek ke lokasi, memang betul itu warga kami, warga Desa Dukuh Tengah,” ujarnya, Kamis (16/7).
Menurutnya, langkah penanganan dilakukan secara persuasif dengan melibatkan Bhabinkamtibmas, Babinsa, perangkat desa, serta keluarga yang bersangkutan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
“Setalah mengetahui kebenaranya kami dari kepolisian serta pihak desa memanggil yang bersangkutan beserta orang tuanya, jadi remaja yang dimaksud sudah kami bina dibalai desa supaya tidak terulang kembali,” jelasnya.
Dari hasil pendalaman awal, polisi juga memperoleh informasi bahwa perilaku tersebut bukan kali pertama dilakukan oleh pemuda tersebut. Warga setempat disebut pernah mendapati tindakan serupa sebelumnya.
“Jadi, yang sudah saya sampaikan dan kami mintai keterangan, memang pemuda yang dimaksud itu sudah diketahui melakukan hal tersebut dua kali. Jadi, terhadap benda mati melakukan seperti itu, sudah dijumpai ini dua kali,” imbuh Kompol Sugeng.
Untuk mengetahui penyebab perilaku yang bersangkutan sekaligus mencari solusi jangka panjang, pihak kepolisian bersama pemerintah desa berencana melakukan pemeriksaan kesehatan lebih lanjut.
“Jadi, kami beserta perangkat desa didampingi Pak Babinsa, Pak Babinkamtibmas nanti kita laksanakan pemeriksaan di kesehatan,” pungkasnya.
Saat ini situasi di Desa Dukuh Tengah dilaporkan kondusif. Penanganan kasus tersebut masih dilakukan melalui pendekatan pembinaan dan pemeriksaan kesehatan guna memastikan perilaku serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.(*)






