MPLS Ramah Anak dan Anti-Bullying, Dikbud Sidoarjo Gencarkan Sosialisasi Sejak TK

oleh -84 Dilihat
WhatsApp Image 2026 07 15 at 12.26.52 PM
Netti Lastiningsih saat berikan hadiah pada anak TK Watugolong Krian (Achmad Adi Nurcahya)

KabarBaik.co, Sidoarjo – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 menjadi momen penting bagi ribuan siswa baru untuk mulai beradaptasi dengan lingkungan pendidikan. Di TK Dharma Wanita Watugolong, Kecamatan Krian, suasana ceria terlihat dari puluhan anak yang baru menjalani hari ketiga sekolah.

Mereka tampak antusias mengikuti berbagai kegiatan pengenalan sekolah sekaligus menyambut kedatangan Bunda PAUD Kabupaten Sidoarjo Sriatun Subandi bersama Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sidoarjo Netti Lastiningsih beserta jajaran Dikbud yang lain Rabu (15/7).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan MPLS berjalan sesuai prinsip sekolah ramah anak, aman, nyaman, serta bebas dari praktik perundungan (bullying). Anak-anak terlihat aktif mengikuti kegiatan mewarnai, bernyanyi, hingga berkenalan dengan guru dan lingkungan sekolah.

Bunda PAUD Sidoarjo Sriatun Subandi mengatakan berdasarkan hasil pemantauannya, pelaksanaan MPLS di sejumlah sekolah berlangsung baik dan disambut antusias oleh para siswa baru.

“Alhamdulillah saya melihat dan juga menyaring dari beberapa yang disampaikan oleh bapak ibu guru, untuk proses MPLS ini insyaallah aman, anak-anak juga senang. Selama lima hari MPLS mereka diajari bernyanyi, mewarnai, bermain serta mengenal guru dan lingkungan sekolahnya,” ujarnya.

Menurutnya, tujuan utama MPLS adalah membantu peserta didik baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah sehingga merasa nyaman dalam mengikuti proses belajar mengajar ke depan.

“Harapan dan tujuan MPLS ini mudah-mudahan anak didik yang baru bisa mudah beradaptasi dengan lingkungan sekolahnya, juga dengan bapak ibu gurunya, sehingga nantinya proses belajar mereka bisa berjalan dengan tenang, nyaman dan betah di sekolah,” tambahnya.

Sriatun juga menegaskan pentingnya pendidikan anak usia dini sebagai fondasi sebelum memasuki jenjang sekolah dasar. Sejalan dengan Program Wajib Belajar 13 Tahun, Pemkab Sidoarjo terus mendorong anak usia 5 hingga 6 tahun mengikuti pendidikan prasekolah terlebih dahulu sebelum masuk SD.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo Netti Lastiningsih menegaskan bahwa MPLS tahun ini juga menjadi sarana menanamkan nilai-nilai anti perundungan sejak usia dini.

“Anak-anak diajarkan bagaimana bersosialisasi dengan teman, saling menghormati, saling membantu dan saling menyayangi. Itu merupakan bagian dari kegiatan awal di sekolah untuk pencegahan perundungan,” katanya.

Menurut Netti, keberhasilan menciptakan sekolah yang aman dan nyaman tidak hanya bergantung pada siswa, tetapi juga harus dimulai dari para guru sebagai teladan di lingkungan pendidikan.

“Yang pertama kepala sekolah, bapak ibu guru dan pengawas harus memahami betul panduan Belajar di Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN). Kemudian diimplementasikan kepada anak-anak. Ketika anak-anak dilarang melakukan kekerasan atau bullying, maka gurunya juga tidak boleh melakukan hal seperti itu. Guru harus menjadi teladan bagi anak-anak,” tegasnya.

Di TK Dharma Wanita Watugolong sendiri, penerapan sekolah ramah anak tidak hanya diwujudkan melalui pembelajaran, tetapi juga didukung sarana dan prasarana yang aman serta lingkungan yang bersih. Fasilitas seperti tempat cuci tangan, toilet ramah anak, hingga pembiasaan menjaga kebersihan menjadi bagian dari pendidikan karakter yang diberikan sejak dini.

Kepala TK Dharma Wanita Watugolong Ludyawati menjelaskan MPLS tahun ini berlangsung selama lima hari dengan berbagai materi pengenalan lingkungan sekolah. Anak-anak dikenalkan dengan ruang kelas, guru, teman sebaya, hingga cara menggunakan fasilitas sekolah secara mandiri.

“Di lima hari ini kita berikan pengenalan kepada anak-anak terkait kelas, ibu guru, teman-temannya, kemudian sarana yang ada di sekolah, bagaimana cara menggunakan sarana itu, termasuk toilet training dan lainnya,” jelasnya.

Tahun ajaran baru ini, TK Dharma Wanita Watugolong menerima sebanyak 75 siswa yang terdiri dari 30 siswa Kelompok A dan 45 siswa Kelompok B.

Ludyawati berharap kunjungan Bunda PAUD Kabupaten Sidoarjo dapat memberikan motivasi bagi para guru sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan yang dipimpinnya.

“Harapannya dengan kedatangan Bunda PAUD bisa memberikan semangat kepada bapak ibu guru, menginspirasi kami, memberikan semangat kepada anak-anak dan wali murid. Sehingga kepercayaan masyarakat terhadap TK Watugolong semakin meningkat, baik dari segi kualitas maupun kuantitas peserta didik,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.