KabarBaik.co, Gresik – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya mengajak ratusan pelajar menjadi generasi yang tangguh dan bebas dari penyalahgunaan narkoba melalui Talk Show Remaja Cerdas Antinarkoba di Dani Sport Center, Sidayu, Rabu (15/7).
Kegiatan yang diikuti 390 siswa SMAN 1 Sidayu tersebut merupakan bagian dari rangkaian Pameran Hasil Pemberdayaan Masyarakat yang diselenggarakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Untag Surabaya.
Tak hanya memberikan edukasi mengenai bahaya narkoba, kegiatan ini juga memperlihatkan berbagai inovasi yang dihasilkan dosen dan mahasiswa Untag Surabaya selama melaksanakan program pemberdayaan masyarakat di 29 desa di Kecamatan Bungah dan Sidayu pada 6–17 Juli 2026.
Ketua LPPM Untag Surabaya, Prof. Slamet Riyadi, mengatakan bahwa pameran tersebut menjadi bukti nyata kontribusi perguruan tinggi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui inovasi dan pemberdayaan.
“LPPM Untag Surabaya ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa perguruan tinggi mampu menghadirkan inovasi teknologi, pelatihan, dan pemanfaatan potensi lokal untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya saat membuka kegiatan.
Menurutnya, pemberdayaan masyarakat bukan hanya menghasilkan solusi bagi desa, tetapi juga membentuk karakter mahasiswa sebagai agen perubahan.
“Dengan pameran hasil pemberdayaan ini, kami juga menunjukkan bagaimana mahasiswa Untag Surabaya adalah insan yang cerdas, inovatif, kreatif, dan solutif,” katanya.
Prof. Slamet menambahkan, kehadiran ratusan siswa SMA dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai positif kepada generasi muda.
“Dengan mengundang siswa-siswa dari SMAN 1 Sidayu, kami ingin mengajak mereka untuk selalu berpikir dan bertindak positif demi mempersiapkan masa depan dengan tidak menyentuh maupun mengonsumsi narkoba,” tegasnya.
Dalam sesi talk show, dosen Psikologi Untag Surabaya Yuriadi, Ph.D. mengingatkan bahwa tantangan yang dihadapi remaja saat ini semakin kompleks sehingga diperlukan ketangguhan mental agar tidak mudah terpengaruh lingkungan negatif.
“Remaja harus menjadi remaja yang tangguh, mampu mengambil keputusan yang benar, serta berani mengatakan tidak terhadap segala bentuk penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.
Sementara itu, dosen Fakultas Kedokteran Untag Surabaya dr. Adinda Istantina, Sp.KJ. menjelaskan bahwa peredaran narkoba kini dilakukan dengan berbagai cara yang semakin sulit dikenali.
“Pelaku kejahatan narkoba terus melakukan berbagai inovasi dalam menjalankan aksinya. Karena itu, remaja harus selalu mawas diri dan tidak mudah percaya terhadap berbagai bentuk bujukan maupun tawaran yang mencurigakan,” katanya.
Hal senada disampaikan Penyuluh Narkoba Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Timur Stafrine Jeanife Adelaine Bernadus. Ia mengungkapkan bahwa jaringan pengedar narkoba memiliki banyak modus untuk menjebak korbannya, terutama kalangan remaja.
“Banyak modus yang digunakan oleh para pelaku kejahatan narkoba. Karena itu, remaja harus mampu menjaga dirinya sendiri dari berbagai godaan tersebut,” ujarnya.
Stafrine menjelaskan bahwa penyalahgunaan narkoba sering kali menjadi pintu masuk munculnya tindak kriminal lainnya.
“Narkoba berkaitan dengan berbagai kejahatan. Ketika seseorang sudah kecanduan lalu kehabisan uang, tidak sedikit yang akhirnya mencuri atau melakukan tindak kriminal lainnya untuk memenuhi kebutuhannya,” jelasnya.
Selain talk show, peserta juga diajak mengunjungi pameran hasil pemberdayaan masyarakat yang menampilkan berbagai luaran program dosen dan mahasiswa Untag Surabaya. Selama kegiatan pemberdayaan di 29 desa yang terdiri atas 16 desa di Kecamatan Bungah dan 13 desa di Kecamatan Sidayu, mahasiswa bersama dosen berhasil menghasilkan 145 teknologi tepat guna, lebih dari 70 buku model pelatihan, serta lebih dari 70 produk berbasis potensi lokal.
Program-program tersebut mencakup penerapan teknologi tepat guna, pelatihan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan produk unggulan berbasis potensi lokal, hingga berbagai kegiatan patriotisme dan sosial yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat desa.
Melalui pameran dan talk show ini, Untag Surabaya ingin menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat tidak hanya berorientasi pada peningkatan kesejahteraan desa melalui inovasi, tetapi juga pada pembangunan karakter generasi muda yang sehat, tangguh, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.






