KabarBaik.co, Jombang — Ada pemandangan berbeda di SDN Losari, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang. Di sudut lingkungan sekolah, puluhan bebek tampak dipelihara dengan rapi.
Bukan sekadar pelengkap, peternakan bebek itu menjadi bagian dari proses belajar sekaligus upaya membangun karakter wirausaha sejak dini.
Kepala SDN Losari, Ustadz Nasir, mengatakan peternakan bebek tersebut dikembangkan sebagai bagian dari program Adiwiyata Mandiri yang tengah diikuti sekolahnya.
Menurut dia, setelah berhasil meraih predikat Sekolah Adiwiyata Nasional pada tahun lalu, kini sekolah berupaya memenuhi berbagai indikator untuk meraih predikat Adiwiyata Mandiri, salah satunya melalui program keanekaragaman hayati.
“Kami memilih beternak bebek karena memiliki banyak manfaat. Selain menghasilkan telur setiap hari untuk menunjang pemenuhan gizi anak-anak, program ini juga mendukung ketahanan pangan di lingkungan sekolah,” ujar Nasir saat ditemui Kamis (7/16).
Menariknya, kebutuhan pakan bebek sebagian dipenuhi dari limbah sisa makanan Program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikirim ke sekolah. Sisa makanan yang masih layak dimanfaatkan sebagai pakan sehingga mengurangi sampah sekaligus menekan biaya pemeliharaan.
“Jadi limbah sisa makanan tidak langsung dibuang, tetapi bisa dimanfaatkan untuk pakan bebek. Ini menjadi bentuk pengelolaan sampah yang bermanfaat,” katanya.
Peternakan tersebut telah berjalan sekitar enam bulan. Dari 50 ekor bebek yang dipelihara, sekolah mampu memanen rata-rata 35 butir telur setiap hari.
Bagi SDN Losari, hasil telur bukanlah tujuan utama. Yang lebih penting adalah menghadirkan pembelajaran nyata bagi para siswa tentang tanggung jawab, kepedulian terhadap lingkungan, hingga nilai-nilai kewirausahaan.
Melalui keterlibatan dalam merawat ternak, para siswa diajak memahami bahwa sebuah usaha membutuhkan ketekunan, kerja sama, dan kreativitas agar dapat berkembang.
Nasir berharap pengalaman tersebut dapat menjadi bekal bagi para siswa ketika kelak menyelesaikan pendidikan dasar.
“Kami ingin anak-anak yang lulus dari SDN Losari memiliki jiwa wirausaha, peduli terhadap lingkungan, dan mampu memanfaatkan potensi di sekitarnya menjadi sesuatu yang bernilai,” pungkasnya.






