KabarBaik.co, Jember – Sektor pertanian di Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah, Jember kini memasuki babak baru. Masalah kekeringan menahun yang selama ini mencekik produktivitas petani setempat akhirnya berhasil dicarikan solusi konkret.
Langkah maju ini dikawal langsung oleh pihak legislatif. Sekretaris Komisi C DPRD Jember sekaligus Ketua Fraksi Nasdem David Handoko Seto, memberikan apresiasi tinggi atas gerak cepat Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Jember dalam menuntaskan proyek jaringan irigasi di kawasan tersebut.
Menurut David, proyek optimalisasi lahan seluas 20 hektare ini merupakan respons nyata atas aspirasi masyarakat yang selama ini mengeluhkan minimnya pasokan air akibat infrastruktur yang buruk.
“Sawah seluas 20 hektare itu pada tahun-tahun sebelumnya hanya bisa ditanami sekali dalam setahun. Kendala utamanya adalah kecukupan air yang tidak pernah sampai ke hilir sawah-sawah warga,” ungkap David, Jumat (17/7).
Ia membeberkan bahwa kegagalan distribusi air selama ini dipicu oleh masalah teknis, yakni kebocoran saluran drainase sehingga air meresap ke dalam tanah sebelum sampai ke area persawahan. Dengan rampungnya pembangunan jaringan irigasi permanen yang baru, kebocoran tersebut kini berhasil dihentikan.
David menegaskan bahwa kehadiran infrastruktur baru ini akan mengubah peta produktivitas pertanian di Jenggawah secara signifikan. Jaminan kelancaran distribusi air dipastikan akan langsung mendongkrak indeks pertanaman (IP) para petani.
“Hari ini dengan adanya pembangunan infrastruktur irigasi yang menaungi hamparan 20 hektare tersebut, insyaallah ke depan optimalisasi lahan akan didapat secara maksimal. Sehingga, lahan yang tadinya paceklik ini nantinya akan bisa ditanami 2 sampai 3 kali dalam setahun,” tegas legislator Fraksi Nasdem tersebut.
Lebih lanjut, David menjelaskan bahwa langkah taktis ini bukan sekadar urusan lokal, melainkan bagian dari komitmen DPRD Jember dalam menyelaraskan kebijakan daerah dengan visi ketahanan pangan nasional yang dicanangkan pemerintah pusat.
Ia berharap, keberhasilan di Desa Wonojati ini bisa menjadi pemantik bagi wilayah lain di Jember agar terus berbenah.
“Targetnya jelas memperkokoh posisi Kabupaten Jember sebagai salah satu lumbung pangan utama penopang Jawa Timur dan nasional,” pungkasnya.(*)






