Modus Sembunyikan Sabu di Area Kelamin Bukan Kali Pertama Terjadi di Lapas Banyuwangi

oleh -74 Dilihat
IMG 20260717 WA0023 scaled
Petugas Lapas Banyuwangi menunjukkan barang bukti sabu yang diamankan dari pelaku. (Foto: Muhammad Ikhwan)

KabarBaik.co, Banyuwangi – Lapas Banyuwangi berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba dengan modus disembunyikan pada area kelamin. Meski tergolong tidak lazim, modus tersebut rupanya bukan yang pertama terjadi.

Kalapas Banyuwangi, Solichin menyatakan, selama bertugas di Banyuwangi sejak April 2026, sudah ada dua modus penyelundupan serupa yang berhasil digagalkan. Caranya sama yaitu narkoba disembunyikan ke dalam area alat vital.

“Di zaman saya, sudah dua kali yang terungkap dengan modus serupa (disembunyikan pada alat kelamin),” kata Solichin.

Solichin tidak merinci kasus yang pertama. Namun kasus pertama terungkap setelah petugas melakukan pemeriksaan ulang setelah warga binaan bertemu dengan pembesuk. Petugas menemukan narkoba. Dari hasil pemeriksaan terungkap narkoba disembunyikan di dalam alat kelamin pembesuk.

Kasus kedua baru terjadi pada Kamis (16/7) kemarin. Seorang pembesuk berinisial KS, 26, asal Buleleng, Bali, mencoba menyelundupkan 5 paket sabu ke dalam lapas. Sabu itu disembunyikan di dalam alat kelaminnya. “Penyelundupan berhasil digagalkan setelah petugas melakukan pemeriksaan,” bebernya.

Peristiwa bermula saat KS datang ke Lapas Banyuwangi pada Kamis (16/7) sekitar pukul 9.56 WIB untuk menjenguk pacarnya berinisial SL, warga binaan kasus narloba. Sesuai prosedur, petugas perempuan Lapas Banyuwangi melakukan pemeriksaan.

Saat diperiksa pada bagian kemaluan, didapati benda mencurigakan yang ternyata lima paket sabu. “Lima paket sabu itu dikemas dengan tisu dan lakban. Lalu dibungkus kondom dan dimasukan ke dalam kemaluan,” kata Kalapas Banyuwangi, Solichin.

KS pun tidak bisa mengelak. Menurut pengakuannya, barang itu hendak diberikan kepada pacarnya berinsial SL. Setelah diperiksa, SL mengaku bahwa sabu ini merupakan pesanan dari WBP lain berinisial IRM. KS diminta menjadi kurir dan dijanjikan Rp 500 ribu.

“Para WBP dan pembesuk saat ini sudah kami amankan di sel isolasi untuk selanjutnya akan kami serahkan ke Satresnarkoba,” pungkasnya. Dari kasus ini petugas mengamankan barang bukti berupa 5 paket sabu, kondom beserta dua ponsel milik KS. (*) 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Muhammad Ikhwan
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.