KabarBaik.co, Malang – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang menyiagakan 85 unit pompa air sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan pada puncak musim kemarau 2026.
Puluhan pompa tersebut disebar di seluruh wilayah Koramil di bawah jajaran Kodim 0818 Malang-Batu agar dapat segera digunakan ketika terjadi kekurangan pasokan air di lahan pertanian.
Kepala DTPHP Kabupaten Malang Avicenna Medisica Saniputera mengatakan hingga saat ini kondisi sektor pertanian di Kabupaten Malang masih tergolong aman. Jaringan irigasi masih berfungsi normal dan belum ada laporan kekeringan yang berdampak terhadap lahan pertanian maupun produksi tanaman pangan.
“Kondisi irigasi di Kabupaten Malang sampai saat ini masih berfungsi dengan baik. Belum ada laporan kejadian khusus terkait kekeringan yang berdampak pada sektor pertanian,” ujarnya, Jumat (26/6).
Meski demikian, pihaknya tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat puncak musim kemarau diperkirakan berlangsung pada Juli hingga Agustus. DTPHP berharap fenomena El Nino yang diprediksi terjadi tahun ini tidak berkembang menjadi kekeringan ekstrem yang mengganggu produktivitas pertanian di Kabupaten Malang. “Mudah-mudahan tidak sampai terjadi kekeringan ekstrem di Malang,” ujar Avi.
Ia menjelaskan apabila terdapat kelompok tani yang mulai mengalami kekeringan, mereka dapat segera melapor kepada Babinsa di desa setempat maupun penyuluh pertanian. Selanjutnya, pompa air akan didistribusikan agar sawah tetap memperoleh pasokan air sehingga aktivitas tanam maupun panen tidak terganggu.
Menurut Avi, hingga kini produksi tanaman pangan, khususnya padi, masih berjalan normal. Petani masih melakukan tanam dan panen seperti biasa tanpa adanya dampak signifikan akibat musim kemarau.
“Untuk tanaman pangan, terutama padi, sampai sekarang masih berproduksi. Yang panen masih panen, yang tanam masih tanam. Jadi belum ada dampak yang signifikan terhadap sektor pertanian,” jelasnya.
Ia menambahkan beberapa kejadian kekeringan berskala kecil memang pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Namun kondisi tersebut dapat segera diatasi dengan pemanfaatan pompa air yang telah disiagakan pemerintah. Selain itu, sejumlah kelompok tani di Kabupaten Malang juga telah memiliki pompa air secara mandiri sebagai cadangan untuk memenuhi kebutuhan irigasi.
Sementara itu, saat ini BPBD Kabupaten Malang telah memetakan enam kecamatan di wilayah Malang Selatan yang berpotensi mengalami kekeringan selama musim kemarau 2026. Keenam wilayah tersebut meliputi Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Pagak, Gedangan, Kalipare, Bantur, dan Donomulyo.
Dari hasil pemetaan tersebut, Kecamatan Pagak dan Donomulyo masuk kategori kerawanan sedang. Sedangkan Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Gedangan, Kalipare, dan Bantur tergolong memiliki tingkat kerawanan tinggi.
Dengan kesiapan pompa air dan sistem pelaporan yang cepat, Penmkab Malang berharap dampak kekeringan terhadap sektor pertanian dapat ditekan sehingga produksi pangan tetap terjaga sepanjang musim kemarau. (*)






