KabarBaik.co, Jombang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau dengan memetakan sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan dan kebakaran hutan maupun lahan (karhutla).
Kepala Pelaksana BPBD Jombang, Wiku Birawa Filipe Diaz Quintas, mengatakan ancaman kekeringan di Jombang saat ini relatif terkendali. Menurutnya, pembangunan infrastruktur air bersih dan perluasan layanan Perumdam dalam beberapa tahun terakhir berhasil menekan dampak kekeringan di masyarakat.
“Sejak 2023 tidak ada kejadian kekeringan yang berdampak luas di Jombang. Intervensi pemerintah melalui penyediaan air bersih cukup efektif,” ujarnya, Kamis (25/6).
Meski demikian, BPBD tetap menyiapkan langkah antisipasi dengan mengusulkan penetapan status siaga darurat kekeringan dan kebakaran. Setelah status ditetapkan, BPBD akan menerbitkan surat edaran kepada masyarakat dan instansi terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan.
Selain itu, personel, kendaraan operasional, peralatan penanggulangan bencana, hingga dukungan petugas pemadam kebakaran telah disiagakan untuk menghadapi potensi keadaan darurat selama musim kemarau.
Sementara itu, Supervisor Pusdalops BPBD Jombang, Stevie Maria, mengungkapkan wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan berada di Kecamatan Bareng dan Wonosalam. Sedangkan di wilayah utara Sungai Brantas, daerah rawan meliputi Kecamatan Plandaan, Kabuh, dan Ngusikan.
Untuk potensi karhutla, BPBD memberi perhatian khusus pada Kecamatan Wonosalam, Plandaan, Kabuh, dan Ngusikan yang memiliki kawasan vegetasi cukup luas dan rentan terbakar saat cuaca kering.
BPBD juga mengimbau masyarakat tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar. Warga diminta rutin memeriksa instalasi listrik di rumah untuk mencegah kebakaran akibat korsleting.
“Masyarakat diharapkan segera melapor melalui layanan darurat 112 atau kanal resmi BPBD dan Damkar jika menemukan kondisi yang berpotensi menimbulkan bencana,” kata Stevie.
Dengan berbagai langkah mitigasi yang telah disiapkan, BPBD Jombang berharap dampak kekeringan dan kebakaran selama musim kemarau tahun ini dapat diminimalkan.






