KabarBaik.co, Batu – BPBD Kota Batu memperkuat langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana pada musim kemarau panjang tahun 2026. Upaya ini difokuskan pada mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta ancaman kekeringan di sejumlah wilayah rawan di Kota Batu.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Batu, Gatot Noegroho, Sabtu (6/6), menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah strategi terpadu, mulai dari perencanaan operasional hingga pemetaan kawasan rawan bencana.
Gatot menjelaskan, terdapat tiga langkah utama yang saat ini dijalankan BPBD Kota Batu untuk meminimalkan dampak musim kemarau:
– Pertama, penyusunan dokumen rencana kontinjensi sebagai pedoman operasional apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan, khususnya di kawasan Gunung Arjuno–Welirang.
– Kedua, pemetaan wilayah rawan karhutla yang tidak hanya terfokus di kawasan Bumi Aji, tetapi juga diperluas hingga wilayah Panderman dan Oro-Oro Ombo.
– Ketiga, penyusunan status siaga darurat bencana kemarau dan kekeringan tahun 2026 sebagai dasar penanganan cepat apabila terjadi kebakaran maupun dampak kekeringan.
Menurut Gatot, sebagian besar kejadian kebakaran hutan dan lahan disebabkan oleh faktor manusia. Aktivitas seperti pembukaan lahan dengan cara dibakar secara tidak terkontrol, pembuangan puntung rokok sembarangan di area vegetasi kering, hingga pembakaran sampah tanpa pengawasan menjadi pemicu utama.
“Untuk faktor alam relatif kecil, biasanya hanya dipicu oleh petir,” ujarnya.
Pemantauan kondisi cuaca dan peringatan dini terus dilakukan dengan mengacu pada informasi dari BMKG.
BPBD Kota Batu mengimbau masyarakat, wisatawan, serta pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Beberapa langkah yang ditekankan yakni:
– Memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari sumber resmi
Menghindari pembakaran terbuka di wilayah rawan kebakaran
– Menyiapkan perlengkapan darurat sederhana seperti cangkul, sekop, dan karung goni basah
– Segera melapor apabila menemukan kepulan asap atau titik api di lapangan
Layanan Pengaduan
Ia menyebutkan masyarakat yang menemukan indikasi karhutla atau membutuhkan bantuan dapat menghubungi layanan call center dan WhatsApp resmi BPBD Kota Batu di nomor 0812-1710-4099.
BPBD Kota Batu menegaskan bahwa partisipasi masyarakat sangat penting dalam upaya pencegahan bencana. “Waspadai kebakaran hutan, lindungi alam, dan selamatkan masa depan di Kota Batu,” tegas Gatot. (*)






