KabarBaik.co, Malang – Dugaan penmaparan terhadap seorang petugas perempuan di SPBU Jalan Raya Talok, Turen, Kabupaten Malang, yang sempat viral di media sosial akhirnya berujung damai. Polisi memastikan perkara tersebut telah diselesaikan melalui mediasi yang mempertemukan korban dan pelaku.
Kasi Humas Polres Malang AKP Budiono menjelaskan bahwa Unit Reskrim Polsek Turen segera melakukan penyelidikan setelah menerima informasi dari masyarakat terkait video yang beredar luas. Penanganan dilakukan pada Jumat (26/6), sehari setelah insiden terjadi.
Dalam penyelidikan, polisi memeriksa sejumlah saksi di lokasi kejadian. Dari hasil pemeriksaan diketahui perselisihan bermula saat seorang pelanggan hendak membeli bahan bakar menggunakan barcode yang mengalami kendala sehingga transaksi tidak dapat diproses oleh operator SPBU.
Penolakan pengisian BBM tersebut memicu adu argumen antara pelanggan dan petugas. Situasi kemudian memanas hingga terduga pelaku diduga menampar operator SPBU satu kali pada bagian pipi kiri.
Berbekal keterangan para saksi, polisi berhasil mengidentifikasi terduga pelaku yang diketahui berinisial YH, warga Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Selanjutnya, yang bersangkutan dipanggil ke Polsek Turen bersama kepala desa untuk mengikuti proses mediasi dengan korban.
Budiono mengatakan hasil mediasi menunjukkan kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan. Dengan adanya kesepakatan tersebut, perkara tidak dilanjutkan ke proses hukum.
“Sudah dilakukan mediasi oleh Polsek Turen dan kedua belah pihak sepakat damai,” ujar Budiono, lewat selulernya, Minggu (28/6).
Sebelumnya, rekaman CCTV yang memperlihatkan dugaan aksi kekerasan terhadap petugas SPBU ramai dibagikan di berbagai platform media sosial. Video tersebut menunjukkan seorang petugas perempuan terlibat cekcok dengan seorang pengendara mobil minibus sebelum diduga mengalami penamparan.
Insiden itu disebut terjadi di SPBU Jalan Raya Talok, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, pada Kamis (25/6) sekitar pukul 19.30 WIB. Video yang viral tersebut sempat memicu perhatian publik hingga akhirnya ditindaklanjuti oleh jajaran Polsek Turen yang melakukan penyelidikan dan memfasilitasi penyelesaian secara damai antara kedua belah pihak. (*)






