KabarBaik.co, Sidoarjo – Penutupan Pesona Wastra Sidoarjo 2026 tak hanya diwarnai parade busana batik karya desainer lokal. Di penghujung acara, Bupati Sidoarjo Subandi melontarkan kebijakan yang langsung disambut tepuk tangan, yakni rencana mewajibkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) mengenakan batik khas Sidoarjo.
Rencana tersebut disampaikan Subandi saat menutup gelaran Pesona Wastra Sidoarjo 2026 di Pendopo Delta Wibawa, Sabtu (27/6) malam. Menurutnya, penggunaan batik lokal oleh ribuan ASN akan menjadi langkah nyata pemerintah dalam mendukung pemasaran produk UMKM, bukan sekadar slogan mencintai produk daerah.
“Senin besok saya minta Bu Sekda membuat surat edaran. Saya ingin seluruh ASN Sidoarjo memakai batik khas Sidoarjo,” kata Subandi.
Selama dua hari pelaksanaan, Pesona Wastra menghadirkan berbagai karya batik tulis khas Sidoarjo, produk kerajinan, kuliner, hingga koleksi busana hasil rancangan desainer lokal. Pada malam penutupan, puluhan model memperagakan busana batik di atas catwalk.
Menariknya, Bupati Subandi bersama istri, jajaran Forkopimda, serta sejumlah kepala OPD beserta pasangan ikut tampil sebagai model kehormatan.
Subandi menilai, Pesona Wastra bukan sekadar agenda tahunan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang promosi bagi pelaku industri kreatif agar mampu memperluas pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal.
“Kegiatan ini menjadi ikhtiar bersama agar produk-produk Sidoarjo semakin dikenal. Kita ingin kain, kerajinan, dan karya UMKM mampu bersaing, bahkan menembus pasar nasional hingga internasional,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat lebih bangga menggunakan produk buatan daerah sendiri. Menurutnya, setiap pembelian produk UMKM lokal akan berdampak langsung terhadap perputaran ekonomi masyarakat.
“Kalau kita membeli produk UMKM Sidoarjo, berarti kita ikut menggerakkan ekonomi ribuan keluarga sekaligus memperkuat kemandirian daerah,” tegasnya.
Pemkab Sidoarjo, lanjut Subandi, akan terus memberikan pendampingan kepada pelaku usaha melalui kemudahan perizinan, akses permodalan, hingga promosi. Namun, ia menegaskan keberhasilan UMKM juga membutuhkan dukungan masyarakat dengan memilih dan menggunakan produk lokal dalam kehidupan sehari-hari.(*)






