KabarBaik.co, AS- Spanyol tampil mendominasi sepanjang 45 menit pertama final Piala Dunia 2026. Tetapi kokohnya pertahanan Argentina membuat keunggulan permainan La Furia Roja belum mampu dikonversi menjadi gol. Hingga wasit meniup peluit turun minum di MetLife Stadium, New Jersey, Minggu (19/7) waktu setempat atau Senin (20/7) dini hari WIB, kedua tim masih bermain imbang tanpa gol.
Sejak kick-off, tim asuhan Luis de la Fuente langsung menguasai jalannya pertandingan melalui sirkulasi bola cepat dan pressing tinggi yang membuat Argentina lebih banyak bertahan di wilayahnya sendiri. Rodri mengendalikan tempo permainan dari lini tengah, sementara Lamine Yamal dan Nico Williams berulang kali mengancam melalui kedua sisi lapangan.
Dominasi Spanyol juga tercermin dari statistik pertandingan. La Roja menguasai bola hingga 68 persen, sedangkan Argentina hanya mencatatkan 32 persen penguasaan. Keunggulan tersebut berlanjut dalam produktivitas serangan. Spanyol mampu melepaskan delapan percobaan, dengan tiga di antaranya mengarah tepat ke gawang Emiliano Martinez. Sebaliknya, Argentina hanya menciptakan dua tembakan dan belum satu pun yang menguji kiper Unai Simón.
Selain unggul dalam penguasaan bola, Spanyol juga jauh lebih rapi dalam distribusi permainan. Mereka membukukan sekitar 340 operan dengan tingkat akurasi mencapai 91 persen, sementara Argentina hanya mencatat sekitar 160 operan dengan akurasi 79 persen. Dominasi itu membuat Albiceleste kesulitan membangun serangan dari lini belakang dan lebih banyak mengandalkan bola-bola panjang untuk mencari Lionel Messi maupun Julian Alvarez.
Meski terus berada di bawah tekanan, Argentina menunjukkan mengapa mereka berstatus juara bertahan. Lini belakang yang dikomandoi Lisandro Martinez sebelum mengalami cedera tampil disiplin menutup ruang. Emiliano Martinez pun beberapa kali tampil sigap, termasuk saat menggagalkan peluang berbahaya yang diciptakan Lamine Yamal.
Spanyol juga unggul dalam situasi bola mati dengan memperoleh lima tendangan sudut, sedangkan Argentina tidak mendapatkan satu pun sepak pojok sepanjang babak pertama. Namun, rapatnya organisasi pertahanan Albiceleste membuat seluruh tekanan tersebut belum mampu menghasilkan gol.
Petaka kemudian menghampiri Argentina menjelang turun minum. Lisandro Martinez mengalami cedera paha setelah melakukan intersep penting di area pertahanan dan tidak mampu melanjutkan pertandingan. Lionel Scaloni terpaksa memasukkan Nicolas Otamendi untuk menjaga keseimbangan lini belakang hingga akhir babak pertama.
Meski tampil lebih dominan dalam hampir seluruh aspek permainan, Spanyol masih belum mampu memecahkan kebuntuan. Sebaliknya, Argentina kembali memperlihatkan mental juara dengan bertahan disiplin di bawah tekanan. Skor 0-0 hingga jeda membuat peluang kedua tim tetap terbuka, dengan babak kedua diprediksi akan berlangsung semakin sengit dalam perebutan trofi Piala Dunia 2026
Berikut susunan pemain Spanyol vs Argentina di Final Piala Dunia 2026:
Spanyol (4-3-3):
- Unai Simón (GK)
- Pedro Porro
- Pau Cubarsí
- Aymeric Laporte
- Marc Cucurella
- Rodri (kapten)
- Fabián Ruiz
- Dani Olmo
- Lamine Yamal
- Álex Baena
- Mikel Oyarzabal
Pelatih: Luis de la Fuente. De la Fuente mempertahankan susunan pemain yang sama seperti saat Spanyol menyingkirkan Prancis di semifinal.
Argentina (4-4-2):
- Emiliano Martínez (GK)
- Gonzalo Montiel
- Cristian Romero
- Lisandro Martínez
- Nicolás Tagliafico
- Rodrigo De Paul
- Enzo Fernández
- Alexis Mac Allister
- Nicolás González
- Lionel Messi (kapten)
- Julián Álvarez
Pelatih: Lionel Scaloni. Argentina melakukan tiga perubahan dibanding semifinal, yakni memasukkan Gonzalo Montiel, Rodrigo De Paul, dan Nicolás González sebagai starter, menggantikan Nahuel Molina, Leandro Paredes, dan Giuliano Simeone.






