Cerita Warga Banyuwangi Semringah Setelah Uang Hangus Terbakar Kembali Utuh Berkat BI

oleh -137 Dilihat
IMG 20260720 WA0063
Hadi Lukman menghitung sisa uangnya pasca peristiwa kebakaran. (Foto: Muhammad Ikhwan) 

KabarBaik.co, Banyuwangi – Sempat pasrah, senyum Hadi Lukman akhirnya kembali merekah berkat Bank Indonesia (BI). Uang tabungan miliknya yang sudah hangus terbakar kembali utuh oleh bank sentral tersebut.

Ceritanya bermula pada 21 Juni 2026 lalu. Rumah Hadi Lukman di Dusun Kebunrejo, Desa Alasrejo, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, mengalami musibah kebakaran.

Kebakaran itu membakar habis rumah beserta sebagian besar harta bendanya. Uang tunai yang disimpan di dalam ember dan di sela-sela buku tabungan ikut terbakar serta basah akibat semprotan air pemadam kebakaran.

Hadi mengaku sempat kehilangan harapan karena mengira uang yang telah menghitam dan rusak tersebut tidak lagi memiliki nilai. “Sempat ada keraguan. Kalau untuk yang sudah tinggal dua pertiga atau kurang, saya pasrah saja,” kata Hadi.

Harapan itu akhirnya ada setelah dirinya berkonsultasi dengan Bank Jatim Wongsorejo. Ia kemudian diarahkan memanfaatkan layanan penukaran uang rusak yang disediakan BI Jember di arena BEC Banyuwangi.

Ia akhirnya melakukan penggantian uang dan dilayani oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember melalui layanan kas keliling yang dibuka dalam ajang Sekarkijang Creative Fest (SCF) x Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026, Minggu (19/7).

Petugas BI kemudian memeriksa satu per satu lembar uang yang terbakar. Hasilnya, uang milik Hadi dinyatakan memenuhi syarat untuk mendapatkan penggantian sesuai ketentuan Bank Indonesia. Bank Indonesia (BI) mengganti uang rusak miliknya senilai Rp 25.720.000.

“Alhamdulillah bersyukur sekali akhirnya uang saya bisa ditukar kembali. Lega rasanya,” tandasnya.

Kata Hadi, uang yang berhasil diselamatkan itu nantinya akan digunakan untuk membangun kembali usahanya yang sempat terhenti, sekaligus mengembalikan tabungan anak-anak TK yang selama ini ia kelola.

“Sebagian untuk modal usaha. Di situ juga ada uang tabungan anak-anak TK yang saya kelola, nanti akan saya kembalikan kepada yang punya,” ujarnya.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jember, Achmad mengatakan, masyarakat tidak perlu ragu membawa uang rupiah yang rusak akibat kebakaran maupun sebab lainnya ke BI. Sebab, sesuai aturan uang rusak memang dapat ditukar.

“Masyarakat tidak perlu ragu membawa uang rupiah yang rusak akibat kebakaran ke Bank Indonesia. Setiap lembar akan diperiksa secara transparan sesuai ketentuan untuk menentukan nilai penggantiannya,” kata Achmad.

Ia menjelaskan, uang rusak masih dapat diganti apabila fisiknya masih tersisa lebih dari dua pertiga ukuran aslinya, ciri keaslian masih dapat dikenali, dan bagian uang tersebut masih merupakan satu kesatuan.

“Dari hasil pemeriksaan, BI berhasil mengidentifikasi 359 lembar dan keping uang dengan total nilai penggantian mencapai Rp 25.720.000. Sebagian besar merupakan pecahan Rp 100 ribu yang mencapai Rp 23,6 juta,” pungkasnya.

Ia mengimbau masyarakat yang memiliki uang rusak akibat terbakar, robek, berlubang, atau lusuh agar tidak merekatkannya menggunakan selotip, lakban, lem, maupun steples. Uang cukup dibawa dalam kondisi apa adanya agar petugas dapat melakukan identifikasi dengan lebih akurat dan menentukan nilai penggantiannya sesuai ketentuan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Muhammad Ikhwan
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.