KabarBaik.co, Banyuwangi – Sebuah perahu nelayan oleh warga lokal disebut perahu Jurek terbalik di perairan Pelawangan Grajagan, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, Senin (20/7) dini hari. Dua anak buah kapal (ABK) meninggal dunia, sementara dua lainnya masih dalam pencarian.
Korban meninggal dunia bernama Purnomo, 60, nelayan asal Dusun Sumberdadi, Desa Tegaldlimo, Kecamatan Tegaldlimo, dan Junairi, 46, asal Dusun Cempoko Sari, Desa Sarimulyo, Kecamatan Cluring.
Sementara dua korban yang belum ditemukan yakni Pendik, 34, warga Desa Tegalsari, Kecamatan Tegaldlimo, dan Lukman, 25, warga Desa Tegalsari, Kecamatan Tegaldlimo.
Kapolsek Purwoharjo, AKP Agus Suhartono mengatakan, informasi peristiwa terjadi sekitar pukul 04.00 WIB. Saat kejadian kapal diawaki 33 orang yang hendak kembali ke daratan usai melaut.
Menurut salah seorang saksi selamat, lanjut Agus, saat memasuki Pelawangan Grajagan kondisi gelombang awalnya relatif tenang. Namun, kapal tiba-tiba terseret arus sebelum dihantam ombak besar.
Akibat hantaman ombak tersebut, mesin kapal mati, sehingga nahkoda tidak dapat mengendalikan perahu. Kapal kemudian terbalik dan seluruh ABK tercebur ke laut. “Saat itu para awak kapal berusaha menyelamatkan diri dengan berenang maupun berpegangan pada galon dan benda yang mengapung,” kata Agus.
Sebanyak 29 awak kapal berhasil selamat. Sementara dua awak kapal ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sedangkan dua lainnya hingga kini masih belum ditemukan. “Saat ini proses pencarian dua korban hilang masih berlangsung. Sementara dua jenazah korban lainnya telah diserahkan ke pihak keluarga,” tandasnya. (*)






