Dinilai Mampu Jadi Motor Penggerak Ekonomi Nelayan, Fiji Ingin Tiru Konsep KNMP Banyuwangi

oleh -128 Dilihat
IMG 20260720 WA0064
Delegasi Asean ID Blue saat berinteraksi dengan pelaku UMKM olahan ikan di KNMP Banyuwangi. (Foto: Muhammad Ikhwan) 

KabarBaik.co, Banyuwangi – Konsep pengembangan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) Lateng, Banyuwangi, menarik perhatian delegasi internasional. Bahkan, delegasi dari Fiji mengaku ingin mengadopsi model pemberdayaan masyarakat pesisir berbasis hilirisasi perikanan dan wisata seperti yang diterapkan di Banyuwangi.

Hal itu disampaikan perwakilan Kedutaan Besar Fiji bidang Economy & Political, Leone Bainivanua, saat mengunjungi KNMP Lateng bersama delegasi ASEAN ID Blue, forum ekonomi biru yang diikuti negara-negara ASEAN, East Asia Summit (EAS), dan Pacific Islands Forum (PIF), Sabtu (18/7) lalu.

Leone menyebut negaranya juga berbasis maritim yang dikelilingi dengan lautan dan banyak nelayan. Namun, hingga kini belum ada konsep pemberdayaan nelayan terintegrasi seperti yang ada di Banyuwangi. “Tempat ini sangat bagus, di Fiji belum ada yang seperti ini. Kami terinspirasi untuk mengembangkan yang sama di negara kami karena wilayahnya juga dikelilingi lautan,” kata Leone.

Delegasi Malaysia, Faezatun Azirah Binti Yahaya, juga mengapresiasi konsep pemberdayaan masyarakat pesisir yang diterapkan di KNMP Banyuwangi. “Apa yang dilaksanakan di sini akan menjadi referensi untuk dikembangkan di negara kami,” katanya.

Dalam kunjungan tersebut, para delegasi melihat langsung konsep KNMP Lateng yang mengintegrasikan sektor perikanan dengan pariwisata. Hasil tangkapan nelayan tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi diolah menjadi berbagai produk kuliner yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat pesisir.

Direktur Pemberdayaan Usaha Kementrian Kelautan dan Perikanan, Ali Rahmat Iman Santoso mengatakan, KNMP Lateng menjadi kawasan kampung nelayan modern yang dikembangkan sebagai kawasan tematik hilirisasi berbasis wisata kuliner. Melalui konsep ini, hasil tangkapan nelayan tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi juga diolah menjadi produk kuliner bernilai tambah.

“KNMP Banyuwangi berbeda dengan lainnya, mereka fokus pada turisme sehingga lebih mengedepankan wisata kuliner. Hasil tangkapan nelayan langsung dibawa ke sini (KNMP) dan bisa langsung diolah menjadi berbagai macam kuliner,” kata Ali Rahmat.

Konsep wisata di KNMP Lateng juga ditunjukkan dari konsep bangunan yang ikonik sehingga menjadi sebuah destinasi. Dimana KNMP dibangun mengadopsi arsitektur rumah adat Suku Osing, suku asli Banyuwangi. Perpaduan antara sentuhan modern dan kearifan lokal itu memberi identitas kuat, sekaligus menegaskan karakter budaya Banyuwangi di kawasan pesisir.

Sementara itu, Staf Ahli Diplomasi Ekonomi, Kementerian Luar Negeri RI, Zelda Wulan Kartika mengaku sangat terkesan dengan KNMP Banyuwangi. Ia melihat secara nyata ekonomi biru yang dilaksanakan bermanfaat untuk masyarakat nelayan/pesisir.

“Kami tidak menyangka KNMP Banyuwangi sebagus dan semaju ini, memang masih baru namun melihat potensinya ke depan sangatlah besar,” ujarnya.

Selain konsep hilirisasi, kawasan KNMP Lateng juga dibangun dengan arsitektur yang mengadopsi rumah adat Suku Osing sehingga memiliki daya tarik sebagai destinasi wisata.

Selama berada di lokasi, para delegasi meninjau berbagai fasilitas seperti gerai kuliner, dermaga sandar perahu, lokasi pendaratan ikan, pabrik es, workshop nelayan, hingga unit pengolahan hasil laut. Mereka juga mencicipi produk UMKM nelayan dan melihat berbagai komoditas perikanan berorientasi ekspor.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Banyuwangi, Suryono menyatakan, Bintang Samudra KNMP Lateng dibangun dan dikembangkan dengan konsep hilirisasi berbasis pariwisata berdasarkan potensi daerah sekaligus keinginan pemangku setempat. Dulunya di area ini warga berjualan dengan tenda-tenda dan belum tertata.

“Adanya KNMP membawa berkah khususnya bagi ibu-ibu istri nelayan dan warga lokal karena tempat ini semakin menarik jadi destinasi wisata kuliner. Kami juga terus memberikan pendampingan dan penyuluhan agar mereka bisa memberikan pelayanan yang memadai bagi penunjung yang datang,” terangnya.

KNMP Lateng merupakan bagian dari program prioritas nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Banyuwangi ditetapkan sebagai satu dari 100 lokasi awal pengembangan kampung nelayan terpadu di Indonesia. (*) 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Muhammad Ikhwan
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.