Kuota 69,8 Juta Kilogram SPHP Jagung di Kabupaten Blitar Belum Terserap, Peternak Rakyat Jadi Prioritas

oleh -170 Dilihat
IMG 20260720 WA0066
Lahan pertanian jagung di Banyuwangi. (Foto: Muhammad Ikhwan)

KabarBaik.co, Blitar – Penyaluran Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Jagung di Kabupaten Blitar masih berjalan lambat. Hingga pertengahan Juni 2026, realisasi distribusi baru mencapai 11.741.900 kilogram atau sebagian kecil dari total pagu yang disiapkan pemerintah. Alhasil, masih tersisa kuota sebanyak 69.860.300 kilogram yang belum tersalurkan.

Kepala Bidang Budidaya dan Pengembangan Peternakan Disnakkan Kabupaten Blitar, Andy Mulya mengatakan, sisa kuota tersebut menjadi peluang untuk menjaga ketersediaan bahan baku pakan ternak hingga akhir tahun. Namun, percepatan distribusi perlu segera dilakukan agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas oleh peternak.

“Sisa alokasi pagu masih sekitar 69,8 juta kilogram. Ini menjadi cadangan yang penting untuk menjaga pasokan pakan bagi peternak. Yang perlu diperhatikan sekarang adalah bagaimana penyalurannya bisa berjalan konsisten dan tepat sasaran,” ujarnya.

Andy menjelaskan, penyaluran yang telah terealisasi selama ini sebagian besar diserap koperasi produsen skala besar di Kabupaten Blitar dan Tulungagung. Koperasi tersebut kemudian menyalurkan jagung kepada para peternak anggotanya.

Meski distribusi melalui koperasi dinilai cukup efektif, Disnakkan berharap penyaluran tahap berikutnya dapat menjangkau lebih banyak peternak rakyat. Menurutnya, pemerataan distribusi menjadi kunci agar program SPHP benar-benar membantu menekan biaya produksi peternak unggas.

“Kami berharap distribusi berikutnya tidak hanya terserap oleh koperasi besar, tetapi juga bisa menjangkau lebih banyak peternak rakyat sesuai mekanisme yang berlaku,” katanya.

Selain itu, Disnakkan juga mendorong percepatan proses administrasi dan kesiapan logistik agar distribusi jagung subsidi tidak terhambat. Dengan penyaluran yang lebih optimal, pemerintah berharap program SPHP mampu menjaga stabilitas harga jagung sekaligus menjamin ketersediaan bahan baku pakan di tengah fluktuasi harga komoditas tersebut.

“Program SPHP Jagung diharapkan dapat membantu menjaga stabilitas biaya produksi peternak unggas, terutama di tengah fluktuasi harga jagung sebagai bahan baku utama pakan,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Calvin BT
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.