74 Kasus Baru HIV Ditemukan di Kabupaten Blitar Selama Semester I 2026

oleh -105 Dilihat
IMG 20260719 WA0007
Ilustrasi kelompok laki-laki suka dengan laki-laki (LSL). (Foto: Calvin BT)

KabarBaik.co. Blitar – Kelompok laki-laki suka dengan laki-laki (LSL) masih menjadi penyumbang terbanyak kasus baru Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Kabupaten Blitar. Kondisi tersebut menjadi perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Blitar karena tren penularan pada kelompok berisiko tinggi masih mendominasi.

Sepanjang Januari hingga Juni 2026, Dinkes Kabupaten Blitar mencatat terdapat 74 kasus baru HIV. Dari jumlah tersebut, kelompok LSL menyumbang 21 kasus atau menjadi yang tertinggi dibanding kelompok risiko lainnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Cristine mengatakan, dominasi kasus pada kelompok LSL menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pengendalian HIV di Kabupaten Blitar. “Fenomena LSL di Kabupaten Blitar masih menjadi perhatian karena hingga saat ini kelompok tersebut masih mendominasi temuan kasus baru HIV,” ujarnya.

Selain LSL, temuan kasus juga berasal dari warga binaan pemasyarakatan sebanyak 15 kasus, penderita tuberkulosis (TB) 11 kasus, perempuan pekerja seks 11 kasus, pelanggan pekerja seks sembilan kasus, serta populasi umum delapan kasus.

Sementara itu, kelompok calon pengantin ditemukan enam kasus. Adapun pasangan pekerja seks komersial (PSK) dan ibu hamil masing-masing dua kasus. Sedangkan pasangan orang dengan HIV (ODHIV), anak ODHIV, serta penderita infeksi menular seksual (IMS) masing-masing tercatat satu hingga dua kasus.

Berdasarkan tren bulanan, kasus baru HIV paling banyak ditemukan pada Januari dan Mei, masing-masing sebanyak 15 kasus. Disusul April 13 kasus, Februari 11 kasus, serta Maret dan Juni masing-masing 10 kasus.

Cristine mengimbau masyarakat tidak memberikan stigma kepada ODHIV. Menurutnya, deteksi dini melalui tes HIV perlu dilakukan terutama bagi kelompok yang memiliki faktor risiko agar pengobatan dapat segera diberikan dan penularan bisa dicegah.

“Semakin cepat diketahui, semakin cepat pula pengobatan diberikan sehingga kualitas hidup penderita tetap baik dan risiko penularan dapat ditekan,” pungkasnya. (*) 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Calvin BT
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.