KabarBaik.co, Jember – Program jaminan kesehatan Homecare yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus menuai apresiasi luas, mulai dari warga lokal hingga akademisi. Layanan jemput bola ini menerjunkan langsung tenaga medis profesional ke kediaman warga untuk memberikan perawatan dan pendampingan kesehatan secara intensif.
Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Jember (Unej) dr. Ulfa Elfiah, menilai Homecare sebagai salah satu terobosan unggulan daerah. Menurutnya, program inovatif ini sangat selaras dengan visi pemeriksaan kesehatan gratis yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Ini adalah wujud kolaborasi nyata di daerah yang mendukung penuh program kesehatan nasional,” ujar dr. Ulfa, Minggu (19/7).
Tidak sekadar memeriksa tensi, petugas medis yang datang ke rumah warga juga dibekali fasilitas uji laboratorium dasar untuk mengecek kadar gula darah, kolesterol, hingga asam urat.
Menariknya, program ini juga mengintegrasikan teknologi telemedicine. Melalui fasilitas konsultasi jarak jauh ini, pasien bisa mendiskusikan hasil lab atau penyakit kronis mereka dengan dokter ahli.
“Jika dari hasil konsultasi ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan serius, petugas di lapangan bisa langsung menerbitkan rujukan ke Puskesmas atau rumah sakit terdekat,” ungkapnya.
Untuk memastikan keberlanjutan program, seluruh data pemeriksaan pasien di lapangan akan langsung diintegrasikan ke dalam Sistem Rekam Medik Elektronik (RME) di Puskesmas setempat.
Digitalisasi data ini mempermudah pemkab dalam memetakan status kesehatan warga secara riil. Langkah preventif dan promotif ini juga sejalan dengan arah kebijakan BPJS Kesehatan untuk menekan angka kesakitan di masyarakat.
“Dengan basis data yang akurat, Jember optimistis mampu mewujudkan pemerataan layanan kesehatan sekaligus menjadi percontohan ideal di tingkat Jawa Timur maupun nasional,” pungkasnya.(*)






