KabarBaik.co, Jember – Kepolisian Resor Jember mengimbau masyarakat untuk lebih cerdas dan berhati-hati saat beraktivitas di ruang digital. Imbauan ini dikeluarkan menyusul kian beragamnya teknik penipuan online yang menyasar para pengguna media sosial.
Kasat Reskrim Polres Jember, AKP Ario Senopati Joyonegoro, menjelaskan bahwa para pelaku kejahatan siber kini kerap memanipulasi psikologis calon korban. Mereka kerap menyamar sebagai kerabat dekat, toko online, hingga institusi resmi untuk memicu rasa panik maupun tergiur iming-iming instan.
“Masyarakat kami minta tidak mudah tergiur tawaran barang murah, hadiah undian mendadak, atau pesan bernada mendesak dari akun tak dikenal,” ujar AKP Ario, Rabu (22/7).
Ia menekankan beberapa poin krusial yang wajib dihindari warga. “Jangan asal klik tautan, tautan asing berpotensi membawa malware yang dapat menyedot data pribadi dan perbankan,” ungkapnya.
Selain itu, lanjut Ario, warga dihimbau untuk menolak permintaan unduh aplikasi asing. Pelaku biasanya kerap mengarahkan korban menginstal file/aplikasi berbahaya. “Kode OTP, PIN, kata sandi, dan nomor identitas tidak boleh dibagikan kepada siapa pun. Lembaga resmi tidak pernah meminta data sensitif melalui pesan singkat,” bebernya.
Mengingat luasnya jangkauan media sosial, Ario menyarankan agar warga langsung memutus kontak jika menemukan pesan mencurigakan dan selalu melakukan verifikasi ke pihak terkait. “Ketelitian masyarakat adalah kunci utama agar ruang digital di Jember tetap kondusif dan bebas dari aksi kejahatan siber,” pungkas Ario. (*)






