Lansia Tewas Tertabrak KA Arjuna Express di Malang, Rekaman CCTV Mengarah pada Dugaan Bunuh Diri

oleh -165 Dilihat
WhatsApp Image 2026 07 22 at 11.15.52 AM
Korban kereta api di Kota Malang (foto: Humas Polresta Malang Kota)

KabarBaik.co, Malang – Seorang pria lansia ditemukan tewas setelah tertabrak KA Arjuna Express di jalur rel kawasan Jalan Sembilang, Kelurahan Polowijen, Blimbing, Kota Malang, Rabu (22/7) pagi.

Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 05.38 WIB di kilometer (KM) 438+800/900 saat KA Arjuna Express 66F melintas dari Stasiun Malang menuju Surabaya. Korban diketahui bernama GS, 77, warga Jalan Sembilang VII, Kelurahan Polowijen, Blimbing, Kota Malang.

Kasi Humas Polresta Malang Kota Ipda Lukman Sobhikin mengatakan hasil penyelidikan awal yang dilakukan petugas di lokasi kejadian mengarah pada dugaan korban sengaja berada di atas rel sebelum kereta melintas.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan rekaman CCTV di lokasi kejadian, korban diduga sengaja tidur di atas rel saat kereta akan melintas. Dugaan sementara mengarah pada tindakan bunuh diri,” ujar Lukman.

Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh Andreas, penjaga palang pintu kereta api di bawah fly over. Saat bertugas, ia mendapat informasi dari seseorang mengenai adanya orang yang tertabrak kereta api di jalur rel Jalan Sembilang.

Andreas kemudian bersama saksi lain, Wahyu Tri Purniawan, mendatangi lokasi untuk memastikan laporan tersebut. Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), keduanya mendapati korban telah tergeletak di sisi timur rel dalam kondisi telah tewas.

Laporan tersebut kemudian diteruskan kepada pihak kepolisian. Personel Polsek Blimbing bersama Unit Identifikasi Polresta Malang Kota, petugas Reskrim, tim evakuasi, dan ambulans segera menuju lokasi untuk melakukan olah TKP serta mengevakuasi korban.

Jenazah selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang guna menjalani visum.

Polisi masih melengkapi proses penyelidikan untuk memastikan seluruh rangkaian peristiwa. Namun, berdasarkan hasil olah TKP dan rekaman CCTV yang telah diperiksa, dugaan sementara mengarah pada tindakan bunuh diri. (*)

Berita atau artikel ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri. Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Putut Priyono
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.