KabarBaik.co, Nganjuk – Aksi iseng remaja membakar lahan tebu yang sudah panen diduga menjadi pemicu kebakaran hebat yang melalap lahan tebu milik Sutiono, 54, warga Perumahan Kepuh Asri, Desa Kepuh, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, pada Selasa (21/7) malam.
“Karena posisi lahan berada tepat di tengah-tengah hamparan tebu yang belum dipanen, kobaran api dengan cepat merembet dan makin membesar hingga tak terkendali,” ujar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk, Imam Ashari, Rabu (22/7).
Insiden ini mendadak membuat warga sekitar panik. Kebakaran yang diduga dipicu oleh aksi iseng sekelompok remaja tersebut terus meluas dan mengancam perkebunan tebu siap panen di sekelilingnya. Khawatir api makin liar, warga langsung melapor ke dinas pemadam kebakaran.
“Kami mengerahkan Armada 02 Pos Lengkong dan Armada 05 Pos Tanjunganom beserta jajaran anggota siaga. Proses pemadaman membutuhkan waktu lumayan panjang dan upaya ekstra karena kondisi medan yang dikelilingi tanaman tebu siap panen. Api baru berhasil benar-benar dipadamkan secara total pada pukul 21.10 WIB,” jelas Imam Ashari.
Laporan resmi diterima petugas pada pukul 16.39 WIB, di mana tim dari Pos Lengkong dan Pos Tanjunganom bergerak cepat hingga tiba di lokasi dalam kurun waktu 14 menit.
“Petugas Damkarmat bersama Babinsa Kertosono, Bhabinkamtibmas, perangkat desa, serta warga setempat bahu-membahu melokalisir kobaran api di bawah cuaca yang cerah namun kering,” tambah keterangan terkait proses evakuasi di lapangan.
Meski proses pemadaman berlangsung cukup dramatis dan memakan waktu berjam-jam, beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini.
Namun, Sutiono selaku pemilik lahan harus mengurut dada karena diperkirakan mengalami kerugian materiil hingga Rp 50 juta akibat hasil panennya ludes dilalap si jago merah.






