Festival Mbois XI Digelar Lagi, Angkat Seabad Stadion Gajayana dan Satu Tahun UNESCO Creative City

oleh -54 Dilihat
WhatsApp Image 2026 07 22 at 6.48.28 AM
Taklimat Media Festival Mbois XI di MCC Kota Malang (foto: Putut Priyono)

KabarBaik.co, Malang – Festival Mbois kembali digelar untuk kali ke-11 dengan mengusung tema “Malang Menyala”. Ajang ekonomi kreatif yang menjadi ruang kolaborasi lintas sektor ini akan berlangsung pada 21-23 Agustus 2026 di Stadion Gajayana, Kota Malang.

Ketua Pelaksana Festival Mbois XI, Gedeon Soerja Adi, mengatakan penyelenggaraan tahun ini memiliki makna istimewa karena bertepatan dengan tiga momentum penting, yakni peringatan 100 tahun Stadion Gajayana, satu tahun Kota Malang menyandang status UNESCO Creative City of Media Arts, serta peringatan Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Festival Mbois bukan hanya agenda tahunan, tetapi menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan konsep hexahelix, mulai pemerintah, pelaku usaha, komunitas, akademisi, media, masyarakat hingga lembaga finansial untuk bersama-sama membangun ekosistem ekonomi kreatif di Kota Malang,” ujar Gedeon dalam Taklimat Media, Selasa (21/7), tadi malam.

Menurutnya, tema “Malang Menyala” menjadi ajakan bagi seluruh elemen masyarakat untuk terlibat aktif dalam kolaborasi tersebut. “Kami percaya jika kolaborasi berjalan bersama-sama, maka akan membawa dampak positif bagi Kota Malang,” ujarnya.

Selama tiga hari penyelenggaraan, Festival Mbois XI menghadirkan lima klaster utama, yakni Sound of Malang Menyala, Made by Arema Creative Market, Malang Sportainment, Malang Creative Connect, serta Malang Media Art Experience and Exhibition.

Gedeon mengajak masyarakat untuk ikut meramaikan festival yang dipusatkan di Stadion Gajayana tersebut. “Festival Mbois ini milik kita bersama. Keberhasilannya lahir dari semangat kolaborasi seluruh elemen Kota Malang,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Harian Indonesia Creative Cities Network (ICCN), Vicky Arief Herinadharma, menilai perjalanan Festival Mbois selama 11 tahun telah memberikan dampak nyata terhadap perkembangan ekonomi kreatif di Kota Malang.

Ia mengungkapkan, Festival Mbois pernah digelar di sejumlah lokasi, mulai Alun-alun Kota Malang, kawasan Kayutangan Heritage hingga empat tahun terakhir di Malang Creative Center (MCC). Tahun ini, festival berpindah ke Stadion Gajayana yang dinilai memiliki nilai sejarah tinggi.

Menurut Vicky, hasil riset bersama menunjukkan Stadion Gajayana merupakan stadion tertua di Indonesia yang dibangun pada masa kolonial Belanda pada 1924 dan mulai dioperasikan pada 1926, sehingga tahun ini genap berusia satu abad.

“Ini menjadi kebanggaan bagi Kota Malang. Festival Mbois ke-11 akan digelar di stadion yang memiliki sejarah besar sekaligus menjadi simbol baru kolaborasi ekonomi kreatif dengan sektor olahraga,” ungkap dia.

Vicky menambahkan penyelenggaraan Festival Mbois tahun ini melibatkan berbagai unsur hexahelix, mulai pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media hingga lembaga keuangan. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi Kota Malang sebagai kota kreatif dunia di bidang media arts.

Ia juga mengajak media untuk menjadi corong promosi potensi Kota Malang dan Malang Raya agar gaung ekonomi kreatif semakin luas.

Ia menyebutz jika rangkaian Festival Mbois XI dijadwalkan turut dihadiri sejumlah pejabat nasional. Pada 21 Agustus 2026 direncanakan hadir Wakil Menteri Kebudayaan, kemudian 22 Agustus dijadwalkan dihadiri Utusan Khusus Presiden Raffi Ahmad bersama Menteri Ekonomi Kreatif, sedangkan 23 Agustus dijadwalkan dihadiri Menteri Pemuda dan Olahraga.

“Kami berharap kehadiran para tokoh nasional menjadi semangat baru untuk menunjukkan bahwa setelah menyandang predikat UNESCO Creative City of Media Arts, Kota Malang mampu menjadi contoh pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia,” tegas Vicky. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Putut Priyono
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.