Tak Sekadar Menonton, Puluhan Turis Asing di Banyuwangi Ikut Menjadi Talent BEC 2026

oleh -110 Dilihat
IMG 20260719 WA0020
Para peserta saat mengikuti parade BEC 2026. (Foto: Muhammad Ikhwan) 

KabarBaik.co, Banyuwangi – Puluhan wisatawan mancanegara tak hanya menjadi penonton dalam gelaran Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026. Mereka turut ambil bagian sebagai talent parade budaya bertema “Perang Bayu – The Great War of Blambangan”.

Wisatawan asal Inggris, Belgia, Amerika Serikat, Swedia, Pakistan, Afrika, dan sejumlah negara lainnya tampil mengenakan kostum etnik yang terinspirasi dari kisah heroik Perang Bayu. Bersama ratusan talent lainnya, mereka berjalan sepanjang sekitar dua kilometer dari Taman Blambangan hingga Jalan Ahmad Yani.

Keikutsertaan para wisatawan asing tersebut menjadi warna tersendiri pada penyelenggaraan BEC ke-14. Tak hanya menjadi panggung budaya Banyuwangi, BEC juga menjadi ruang interaksi budaya yang mempertemukan masyarakat lokal dengan wisatawan dari berbagai belahan dunia.

Jerome, wisatawan asal Belgia, mengaku antusias karena kunjungan pertamanya ke Indonesia bertepatan dengan penyelenggaraan BEC. Ia merasa beruntung dapat menjadi bagian dari salah satu agenda budaya terbesar di Banyuwangi.

“Saya sangat excited. Ini pertama kali saya ke Indonesia, pertama kali juga ke Banyuwangi dan bertepatan dengan digelarnya event BEC. Saya merasa sangat terhormat bisa menjadi bagian dari agenda akbar masyarakat Banyuwangi ini,” ujar Jerome.

Kesan serupa disampaikan Murad, wisatawan asal Pakistan. Pemuda berusia 21 tahun itu menyebut keterlibatannya sebagai peserta BEC 2026 menjadi pengalaman yang tidak akan terlupakan selama berada di Indonesia.

Sementara itu, Melissa Curtis asal Inggris mengaku kagum setelah mengetahui filosofi di balik kostum yang dikenakannya. Menurutnya, setiap busana tidak hanya menampilkan keindahan visual, tetapi juga sarat makna sejarah.

“Amazing experience. Pakaian yang saya kenakan ini ternyata sarat filosofi,” ungkap Melissa.

Apresiasi juga datang dari Cynthia, wisatawan asal Belanda. Ia menilai kreativitas para talent dan kekuatan cerita sejarah yang diangkat menjadi daya tarik utama BEC.

“Amazing, sangat kagum dengan kostumnya yang megah. Yang paling menarik adalah history yang diangkat pada pertunjukan ini, semuanya bagus dan indah. Saya juga bahagia, orang-orang di sini ramah, suatu saat saya akan ke sini lagi,” kata Cynthia.

Untuk diketahui, BEC tahun ini mengusung tema Perang Bayu, yang mengangkat kisah perjuangan masyarakat Blambangan melawan penjajahan Belanda pada abad ke-18.

Memasuki penyelenggaraan ke-14, BEC terus menghadirkan inovasi dalam mengemas budaya lokal menjadi pertunjukan yang mampu menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara. Ratusan peserta tampil mengenakan kostum artistik yang merepresentasikan semangat perjuangan, sejarah, dan kekayaan budaya Banyuwangi sepanjang rute parade. (*) 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Muhammad Ikhwan
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.