BEC ke-14 Suguhkan Spektakel Budaya, Kearifan Lokal Banyuwangi Menuju Panggung Dunia

oleh -96 Dilihat
IMG 20260719 WA0011
Gelaran Banyuwangi Ethno Carnival. (Foto: Muhammad Ikhwan) 

KabarBaik.co, Banyuwangi – Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) kembali digelar secara spektakuler pada penyelenggaraan ke-14. Mengusung tema Perang Bayu, event unggulan Banyuwangi itu menghadirkan perpaduan sejarah, budaya, dan fashion modern yang memukau ribuan penonton sekaligus menegaskan kekuatan budaya lokal mampu tampil di panggung dunia.

Parade diawali dengan penampilan kesenian khas Banyuwangi, mulai Kuntulan Ewon, Tari Seblang, Gandrung, Jaranan Butho, hingga Barong. Selanjutnya, ratusan talent mengenakan kostum bertema Perang Bayu berjalan sepanjang sekitar dua kilometer dari Taman Blambangan menuju Jalan Ahmad Yani. Lima subtema ditampilkan untuk mengisahkan perjuangan masyarakat Blambangan melawan kolonialisme pada abad ke-18.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, BEC menjadi bukti budaya lokal mampu berkembang menjadi kekuatan yang diakui dunia melalui kreativitas masyarakat Banyuwangi.

“Kita dapat melihat sebuah semangat bersama ‘from local to global’. Hal tersebut ditunjukkan melalui kekuatan budaya, inovasi, serta kreativitas masyarakat Banyuwangi melalui BEC. Kekuatan budaya yang mendunia,” kata Khofifah.

Menurut Khofifah, BEC tidak hanya menghadirkan pertunjukan yang memikat, tetapi juga menjadi inspirasi bagi kemajuan budaya dan peradaban.

“Terima kasih kepada Pemkab Banyuwangi selaku orkestrator dari seluruh kegiatan yang ada di Banyuwangi, terutama BEC. Mudah-mudahan Banyuwangi terus melejit dan maju. Serta masyarakat bisa terus membangun sinergi dari lokal menuju global,” ujarnya.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani mengatakan, BEC ke-14 menjadi bukti bahwa modernisasi tidak boleh menggerus identitas budaya. Justru kemajuan harus menjadi ruang untuk menjaga dan memperkenalkan warisan leluhur kepada dunia.

“Globalisasi tidak boleh menyingkirkan budaya, tradisi dan nilai-nilai luhur yang terwariskan oleh nenek moyang kita. Justru kemajuan haruslah menjadi medium untuk terus melestarikan budaya kita,” kata Ipuk.

Ipuk juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, sehingga BEC kembali terselenggara dengan meriah dan tetap menjadi salah satu agenda yang paling dinanti masyarakat maupun wisatawan.

“Kami sampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang memberi sumbangsih atas terselenggaranya BEC tahun ini, terkhusus untuk seluruh anak-anak muda yang terlibat dalam parade ini. Terima kasih atas kerja kita bersama sehingga BEC bisa kembali hadir dan memikat. Semoga BEC tahun ini juga menjadi tonggak bagi kita semuanya untuk bersama-sama membangun Banyuwangi yang kita cintai,” ujarnya.

Ketua Dewan Kesenian Blambangan (DKB) Hasan Basri menilai BEC telah menjadi etalase utama yang memperlihatkan kekayaan budaya Banyuwangi kepada dunia. Menurutnya, kemajuan zaman harus tetap menempatkan nilai-nilai lokal sebagai identitas utama.

“Nilai-nilai lokal harus tetap berdaulat di tengah kemajuan zaman. BEC adalah etalase utama untuk menunjukkan keindahan budaya Banyuwangi di panggung dunia,” kata Hasan.

Sementara itu, Ketua Pengurus Daerah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Osing Banyuwangi, Wiwin Indiarti, menyebut pemilihan tema Perang Bayu memiliki makna historis yang sangat kuat. Perang tersebut menjadi simbol kegigihan masyarakat Blambangan dalam mempertahankan kedaulatan dari kolonialisme.

“Nilai-nilai kegigihan perjuangan dalam Perang Bayu ini harus direvitalisasi dengan baik. BEC menjadi titik awal yang baik untuk menggugah kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga tanah air, budaya, dan alam kita, sebagaimana dulu Rempeg Jogopati dan ribuan rakyat Blambangan rela mati demi kemerdekaan bangsa,” tutur Wiwin.

BEC ke-14 tahun ini turut dihadiri Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan, Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata Zita Anjani, perwakilan Kementerian Pariwisata RI, anggota DPR RI, pimpinan BUMN, serta delegasi negara-negara ASEAN, East Asia Summit (EAS), dan Pacific Islands Forum (PIF), yang semakin menegaskan posisi BEC sebagai salah satu festival budaya berkelas internasional. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Muhammad Ikhwan
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.